Kamis, 29 Januari 2015 1 comments

Hari Yang Melelahkann

Hari ini, hari yang melelahkan bagi gue. Karena hari ini, Pak Agus selaku guru olahraga mengadakan ulangan mendadak. Ulangan lari tepatnya. Gue dan kawan-kawan di suruh untuk berlari mengitari jalanan yang ada di dekat sekolah. Untuk mendapatkan nilai 100, kita harus mengitari jalanan yang mirip track motor balap tersebut 10 kali. Sebagai pria, hal ini cukup menantang. Apalagi gue terkenal dengan stamina yang tidak pernah habis. Bukan staminanya sih yang gak habis, tapi pintar atur nafas aja. Intinya itu ada di nafas. Kalau lagi lari, gue mengambil oksigen melalui mulut. Ada kelebihan dan kekurangannya juga sih. Kelebihannya gue jadi lebih kuat untuk berlari mengitari jalanan tersebut. Kekurangannya adalah tenggorakkan gue jadi ngak enak dan rasanya kering. Demi nilai apapun akan gue lakukan. Namun pada akhirnya gue hanya mendapat nilai 8. Meskipun pintar atur nafas, tetep aja sebagai manusia pasti mempunyai rasa cape. Mau cowo ataupun cewe pun pasti ada rasa cape. Cuman yang membedakan adalah rasa gengsi. Hahahaha, rata-rata cowo ngak mau berhenti duluan karena rasa gengsi. Takut di ledekin banci. Setelah selesai, gue bersender sejenak di pinggir lapangan. Sambil melentangkan kaki ke arah depan dan melihat awan. Sesekali gue bergurau dengan teman-teman yang ada di samping gue. Lalu berdiri dan pergi ke arah koperasi untuk membeli dua botol air minum dingin. Saat kembali ke lapangan, teman-teman perempuan menyoraki gue dan memberitahu bahwa jangan meminum air dingin setelah berlari. Lalu teman cowo yang menambahkan bahwa jika gue minum air dingin setelah berolahraga. Hal buruk akan terjadi. Jantung yang sekepal tangan ini akan membeku. Jadi peredaran darah akan terhambat karena air dingin tersebut. Niat gue untuk minum langsung pudar dan kembali duduk di temani rasa haus. Akhirnya teman-teman cowo memutuskan untuk bermain dan karena bosan gue terpaksa untuk ikut bermain. Cowo vs Cowo, Empat vs Lima. Harusnya bisa Lima vs Lima tapi temen kecil gue ngak masuk karena sakit. Semoga cepet sembuh sobat. Pertandingan di mulai, serangan demi serangan terus di lancarkan team gue maupun team lawan. Namun pada akhirnya team gue lah yang mampu memenangkan laga tersebut. Sempat Pak Agus menyuruh gue untuk merebut bola dari tangan Samuel. Samuel adalah murid tertinggi di angkatan gue. Ukuran badannya juga lumayan cukup besar. Gue akhirnya beradu fisik dengan Samuel, yah jelas gue kalah. Sempat dia membody muka gue. Sebenarnya ngak masalah di muka, tapi masalah di gigi dan hidung. Hidung dan gigi gue cukup rentan jika terkena tabrakan fisik. Hidung gue terkenal rawan akan mimisan. Namun hanya terkenal di kalangan anak futsal. Sedangkan di kalangan anak perempuan. Anak perempuan langsung menyoraki gue dengan kata "Lebay!! Lebay!!". Gue langsung membalas perkataan tersebut dengan "Coba aja sendiri!". Salah satu anak perempuan ada yang tersinggung dan langsung bersikap jutek pada gue. Anak perempuan tersebut padahal orang yang sering gue tolong dan gue merasa anak tersebut merupakan anak perempuan pertama yang dekat dengan gue. Tapi ntah mengapa dia tiba-tiba marah sama gue. Mungkin lagi menstruasi. Soalnya kejadiannya tanggal 29 Januari. Biasanya dia ngak pernah marah kayak gini. Dia langsung menyaut perkataan gue "Dasar Banci, Lu Cowo apa Banci, Cuman di Gituin Doang Mental". Dia ngak tau aja tentang masalah yang ada di dalam diri gue. Gue hanya bisa tertawa, karena gue tau, meskipun gue membalas perkataan tersebut. Pasti akhirannya gue tetep kalah, karena dia terkenal juara bacot dalam kelas dan omongannya banyak yang tajam dan bikin sakit hati. Untung dia tidak pernah meledek orang tua gue :D. Gue sangat benci sama orang yang meledek orang tua gue. Niat ingin minta maaf tiba-tiba muncul. Namun gue ngak ngerti salah gue dimana? dan akhirnya gue mengurungkan niat tersebut dan berharap perempuan tersebut yang meminta maaf terlebih dahulu. Tapi sepertinya mustahil, dan gue ngak akan pernah berharap dia meminta maaf ke gue. Setelah selesai olahraga, gue langsung menggati baju sambil bergurau dengan teman-teman. Masuk ke kelas dan memasukki pelajaran akutansi. Berhubung guru akutansi tidak masuk, akhirnya di ganti guru IPS. Pelajaran tetep pembukuan namun gurunya aja yang berbeda. Guru IPS ini terkenal dengan gaya ngomong yang asik dan enak di ajak ngobrol. Akhirnya Gue, Jo NG, dan Hillary mengajak guru IPS sebut saja bu Ida untuk ngobrol tentang guru TIK kami yakni Sir William. Pertanyaan kami lontarkan mulai dari Sir William dulu orangnya itu gimana dan pertanyaan lain yang sejenis. Jadi gini Sir William itu mantan murid dari sekolah gue dan pergi kuliah di Singapore dan sekarang mengajar di dua sekolah. Salah satu sekolah yang dia ajar adalah sekolah gue. Gue cukup bangga mempunyai guru seperti Sir William. Menurut Bu Ida, Sir William inggrisnya tidak begitu jago. Bukannya ngak bisa, Sir William bisa Inggris tapi ngak jago-jago amat. Karena katanya saingannya juga cukup banyak. Lalu SMA dia pindah dan berhasil lolos tes kuliah di singapore dengan mendapatkan beasiswa. Keren banget nih guru, Inggrisnya yang pas SMP biasa-biasa aja bisa dapat beasiswa ke Singapore. Gue yang orangnya terkenal akan kerja keras dan pantang menyerah ini tiba-tiba semangatnya terpacu. Gue mempunyai cita-cita untuk dapat beasiswa juga ke Singapore. Sekarang target gue di prestasi akademis, aktif berorganisasi, dan ujian nasional. Sampai sekarang prestasi akademis gue lancar-lancar saja. Boleh di bilang stabil namun cenderung meningkat. Gue sampai sekarang ini masih menduduki peringkat empat. Jarang masuk ke peringkat tiga. Namun gue harus bersyukur atas pretasi yang gue raih ini. Tidak semura orang bisa masuk ke peringkat sepuluh besar apa lagi peringkat empat. Peringkat itu hanya seperti hadiah saja, namun yang menentukan kesuksesan hanya kita sendiri. Percuma peringkat satu namun dewasa nanti dia akhirnya mabuk-mabukkan. Setelah selesai membahas tentang Sir William. Pak Amin masuk dengan membawa buku-buku Fisikanya. Yap, dia adalah guru Fisika sekolah gue. Orangnya kadang misterius kadang rada aneh. Kalau di tanya pertanyaan A pasti kadang dia jawab yang B. Yah sudahlah tidak usah di pikirkan. Kalau di pelajaran fisika hari ini cenderung tidak terlalu susah. Jadi bisa bersantai sedikit. Hanya membahas latihan-latihan ujian nasional dan setelah itu jam sekolah berbunyi. Gue langsung pulang sambil menaikki sepeda berwarna biru ini. Sepeda polygon terpatnya. Lalu langsung ke tempat fotocopy untuk memfotocopy buku PLKJ yang sempat gue pinjam dari Julius. Gue orangnya on time, jika udah buat jadwal hari ini harus fotocopy, yah fotocopy hari ini. Ngak bisa di tunda-tunda. Setelah selesai, gue langsung pulang dan tidur untuk mempersiapkan diri bertemu dengan hari Jumat.
Senin, 26 Januari 2015 1 comments

Di Sangka Gila

Hari ini kayaknya merupakan hari buruk gue dalam bulan Januari. Ceritanya gini, jadi saat bel istirahat berbunyi. Gue langsung bergegas menuju kantin melewati tangga. Nah di tengah perjalanan menuju ke kantin, bertemulah gue dengan Jonathan. Gue akhirnya menyapa dia, dan dia memberikan lawakan-lawakan yang sangat lucu. Gue akhirnya tertawa kencang bersama Jonathan. Saat sudah sampai di lantai 1. Jonathan langsung berbelok ke arah kanan menuju ke arah lapangan. Sedangkan gue belok ke kiri menuju ke kantin. Karena masih terbawa suasana lucu, gue akhirnya jalan sambil senyum-senyum sendiri. Tak di sangka ternyata gebetan gue ada di deket kantin dan ngeliat gue ketawa-ketawa sendiri. Waduh, kayaknya dia nyangka gue gila deh. Mampus la, makin susah gue dapetin dia. END``
Kamis, 22 Januari 2015 1 comments

Beasiswa SMA

Asik banget hari ini, Try Out FISIKA dapat 96. Fisika yang kemarin gue pelajarin itu buat ulangan harian. Kalau yang hari ini gue dapat adalah try out. Beberapa bulan ini sekolah gue akan mengadakan 3x Try Out dan 2x Try Out dari pemerintah. Di tambah lagi pemantapan yang di lakukan di hari sabtu. Meskipun di bebani oleh pekerjaan sekolah yang cukup banyak, gue ngak pernah mengeluh. Gue bahkan semangat untuk mengerjakan setiap tugas tersebut. Salah satu impian yang ingin gue dapat adalah mendapatkan beasiswa masuk ke SMA. Jadi sekolah gue mengadakan beasiswa ke SMA. Jadi yang nilai UN nya rata-rata dapat 80. Lolos untuk mendapatkan beasiswa dan kerennya. Beasiswa tersebut di berikan selama 3 tahun. Jadi gue bebas uang sekolah selama 3 tahun. Gue mengejar itu beasiswa bukan sekedar impian sendiri. Ini juga merupakan impian orang tua, dan gue berusaha untuk mewujudkan impian tersebut. "MEMBAHAGIAKAN ORANG TUA". Orang tua bahagia buat gue merupakan kado yang sangat-sangat gue impikan. Gue pasti bisa mendapatkan beasiswa tersebut. Semua pasti bisa di capai asalkan gue berusaha dan berdoa.
Selasa, 20 Januari 2015 0 comments

TARGET FISIKA 100

Hari ini mungkin yang paling gila dari hari-hari sebelumnya. Pulang sekolah, hujan-hujanan lalu ketemu orang yang di sukai cuman dia ngak nerima cinta gue. Lalu banyak tugas yang belum gue kerjain. Sebenarnya gampang, cuman berasa numpuk aja di otak. Gue coba mempersiapkan mental untuk memberantas satu persatu dari tugas tersebut. Dari tugas BI, tugas mat, di tambah ulangan-ulangan yang lainnya. Menurut gue semuanya sih gampang, tapi waktunya sama suasannanya aja yang ngak gampang. Suasananya di luar udah hujan-hujan, kemarin yang harusnya desember hujan deras malah sekarang baru kesampean hujan derasnya. Di tambah lagi pulang sekolah jam 3, tugas ada 4. Tapi gue ngak kayak anak-anak lain di kelas gue, gue bisa di bilang naruto versi Indonesia. Ngak gampang menyerah, ada badai yah terobos aja. Hari ini 4 pekerjaan sekolah udah gue babat abis semua. Mat, bi, photoshop, ulangan fisika. Beres! Selain itu boleh di bilang hari ini gue juga lumayan seneng. Orang tua gue akhirnya mengizinkan untuk les 4 mata pelajaran yang di UN kan. Gue di sekolah, ngak tergolong murid yang ranking sekarat. Ranking gue aman bahkan tinggi*bukan sombong*. Tapi gue merasa kemampuan sekarang sama sekali belum sesuai dengan yang gue harapkan. Orang-orang melihat kemampuan gue sudah cukup, tapi orang seperti gue tidak pernah mengenal kata puas. Selalu ingin lebih dan lebih. Kemarin, gue juga baca tips-tips mendapat nilai tinggi saat ujian. Gue itu nilainya kalau ngak 8 atau 9. Gue ngak puas. Gue pengennya 100. Kata orang sih gue lebay. Tapi itu kan hak gue, keputusan gue. Menurut gue orang yang gampang puas dengan hasil yang mereka terima sekarang adalah orang yang sulit untuk sukses di masa depan. Oke, salah satu tips yang kemarin gue baca adalah kita harus memasang target. Wah besok ulangan fisika, target gue untuk besok adalah 100. Gue sudah mempersiapkan diri secara cukup matang. Dua jam gue belajar di temani  musik relaksasi / gelombang alpha yang membuat otak semakin lebih gampang untuk mengingat pelajaran. Gue juga pengen banggain orang tua gue dengan nilai 100 yang akan gue buat secara berturut turut di setiap ujiannya. Oke! untuk hari ini gue harus fokus ke fisika dulu. Harus yakin, yakin, dan yakin serta ngak lupa untuk berdoa. Doa itu penting. OKE !! FISIKA!! I'm READY !!! TARGET NILAI 100!! PASTI TERCAPAI !!!
 
;