Minggu, 30 November 2014 1 comments

Kisah Cinta #15

Gue udah ngak sabar minta maaf ke JN di dalam bus. Gue berharap suasana di dalam bus masih sepi dari anak-anak osis khususnya pembina osis. Saat gue masuk ke dalam bus seketika terlihat sosok Ilham duduk di samping JN. Gue ngak ngerti apa yang di bicarakan Ilham sama JN. Tapi yang gue tau, mereka berdua tampak terlihat mesra. Nico juga terlihat ada di belakang bus dan sedang mendengarkan musik lewat hp nya.

Nico kayaknya lagi kurang peka sama kejadian saat itu. Dia terlihat biasa-biasa saja melihat kejadian tersebut. Sepertinya dia lupa. Gue masuk ke dalam bus lalu berpura-pura tidak terjadi apa-apa sambil berjalan mengarah ke Nico dan duduk di sampingnya.

"Nic, u kenapa diem aja dari tadi?" tanya gue ke Nico
"Gue udeh cape ndy" jawab Nico
"Hah? cape kenapa?" tanya gue
"Gue sebenarnya dari tadi udah coba misahin mereka berdua, tapi kayaknya mereka udah lengket banget dah" jawab Nico

Mendegar pernyataan dari Nico, gue rada kesel. Gue mencoba untuk melakukan sesuatu untuk menjauhkan Ilham dan JN. Tapi nyatanya gue ngak bisa berbuat apa-apa saat di sana. Mata gue memerah seketika, serasa ingin menangis. Karena JN, gue hampir menangis layaknya bayi. Gue ngak ngerti berapa persen cinta gue terhadap JN. Yang gue tau JN adalah cinta pertama gue. Gue gak rela kalau dia jatuh di tangan orang lain. Gue tau umur kita beda satu tahun, tapi cinta ngak mandang umur. Cinta hanya memerlukan perasaan dan kesetiaan.

 Sempat gue pasrah dan bingung untuk melakukan apa. Gue hanya bisa melihat mereka berdua bermesraan di depan. Apakah memang gue ngak pantas buat JN? Nico juga terlihat sudah nyerah untuk membantu gue mendapatkan JN. Emosi gue seketika hampir lepas di saat itu. Gue mencoba untuk menyakinkan Nico untuk sekali lagi membantu gue mendapatkan JN.

"Nic beneran u ngak mau bantu gue lagi?" tanya gue dengan muka lemas
"Gue mau bantu cuman rada susah aja" jawab Ilham dengan muka serius
"Lalu sekarang gmana?" tanya gue
"Sekarang diemin Ilham aja dulu, belum tentu JN suka sama Ilham" jawab Ilham
"Ok deh" jawab gue

Satu per satu anak anak osis masuk ke dalam bus. Ilham dan JN yang tadinya duduk bersampingan sekarang sudah terpisah. Ilham berjalan ke belakang dan mengajak bercanda gue dan Nico. Kayaknya Ilham bahagia banget pas itu. Sikapnya yang awalnya dingin jadi lebih lepas ke kita berdua.

"Woy, ngapain lu berdua bengong?" tanya Ilham dengan suara bersemangat
"Ngak nih, badan lagi pegel aja" jawab gue
"Ooh oke" jawab Ilham
"Ilham ke luar bus yuk, ada sesuatu yang pengen gue omongin" ajak gue
"Hah? ngomong apaan? gue males keluar nih" jawab Ilham
"Penting banget ini" jawab gue
"Oke dah, bentar doang ye" jawab Ilham

Gue ngak ngerti apa yang ada di pikiran gue saat itu. Penuh emosi dan aramah yang lama di pendam. Gue rasanya pengen ngeluapin semua rasa emosi gue ke dia. Saat di luar bus tiba-tiba gue mendorong dia sampai badannya menabrak badan bus.

"Lu macem-macem sama gue hah!!!!?" tanya gue dengan nada kencang
"Maksud lo apa!!??" jawab dia dengan nada kencang
"Anjing lo!" teriak gue sambil mendorong Ilham

Prak! Ilham terjatuh dan menabrak badan bus. Seketika anak-anak osis keluar dari bus dan melihat kejadian di luar. Gue seketika meneteskan air mata karena saking emosinya. Gue memukul badan bus berkali-kali sambil menangis kencang. Gue ngak peduli siapa yang ada di sekitar gue sekarang. Mau JN, Pembina Osis, Bahkan anak-anak osis. Gue ngak peduli!

"Kalian berdua!! Diam!!" teriak pembina osis
"Saya sakit hati bu!" teriak gue lebih kencang dari pembina osis

Pembina osis dan anak-anak lain terdiam. Khususnya Ilham, dia tidak memberikan perlawanan sama sekali ke arah gue. Sepertinya dia tahu apa yang gue rasakan.

"Kamu sakit hati sama siapa!!!" teriak pembina osis
"ILHAM!!!" teriak gue
"Ilham kamu apa-apain Andy?" tanya pembina osis dengan nada tegas
"Ngak bu, tadi saya cuman bercandain dia doang" jawab Ilham

Ilham sepertinya tau perasaan yang gue rasakan saat itu. Dia mencoba membohongi pembina osis dengan kalimat-kalimatnya. Dia ngak pengen permasalahan antara gue dan dia terbongkar ke publik. Khususnya ke JN. Sepertinya yang tahu permasalan ini cuman Nico. 
Sabtu, 29 November 2014 2 comments

Kisah Cinta #14

LDKS tahun ini pun selesai dan bus sudah datang. Anak-anak cowo di instruksikan pembina osis untuk membantu membawa barang bawaan ke bagasi bus. Gue ngambil barang bawaannya punya JN.

"JN mau aku bantu angkat barang nya ke bus?" tanya gue
"Gapapa nih? Kan berat" bales JN
"Gapapa, gue kan cowo" jawab gue
"Oke deh, makasih ya" bales JN

Akhirnya gue mendapatkan kesempatan langka ini. Membawa barang bawaan JN. Selain membantu, gue juga ada niat lain. Yap, biar terlihat keren aja di mata JN. Pokoknya gue ngak boleh bersikap lemah dan lence di hadapain JN. Saat di tengah jalan menuju bagasi bus.

"Kamu gapapa? keringetannya banyak banget" tanya JN
"Owh gapapa, biasa" bales gue
"Tuh mukanya dah merah, sini aku ambilin tisiu" jawab JN
"Waduh ngerepotin hehe" bales gue

Sebenarnya tenaga gue saat itu udah keok. Udah ngak kuat buat bawain barang bawaan JN. Tapi demi kepentingan cinta. Apapun akan gue perbuat demi mendapatkan hati dia yang begitu mahal. Asik juga di ambilin tisiu sama JN. Kayaknya bener deh dia menaruh hati sama gue. Tapi gue ngak boleh ke geeran. Gue inget kata Nico bahwa JN bukan cewe yang mudah di taklukan.

"Nih tisiu nya" ucap JN sambil memberikan tisiu
"Iya makasih ya" bales gue

Tiba-tiba suasana yang indah ini hancur seketika dalam dua detik. Tiba-tiba Fransisco datang, dia adalah temen osis gue dari departemen lain.Tiba-tiba datang dan mengambil semua barang bawaan JN dari tangan gue.

"Woy Ndy keknya berat tuh, sini gue bantuin bawa" ucap Fransisco sambil mengambil barang bawaan JN
"Ngak usah, lepasin tangan lo" bales gue dengan rada emosi
"Udeh gapapa" jawab fransisco
"Udah-udah sini aku aja yang bawa" jawab JN
"Yah.. kamu gapapa, kan berat" tanya gue
"Gapapa, dari pada berantem kayak gitu" jawab JN

Waduh kayaknya JN rada emosi ngeliat tingkah laku gue dengan Fransisco. Terliat dari raut wajahnya dan tatapannya yang cukup sinis ke arah wajah gue. Gue saat itu terdiam selama beberapa detik dan berniat untuk meminta maaf. Tapi JN udah keburu pergi duluan ke arah bus. Saat itu gue juga rada emosi dengan Fransisco dan berniat untuk membuat perhitungan dengannya.

"Woy, Frans!! Sini lo" teriak gue dengan nada kasar
"Ape?" jawab dia dengan muka songong
"U ngapain sih ngacauin barangnya JN?" tanya gue dengan nada emosi
"Gue cuman niat ngebantu kok!!" jawab dia dengan nada agak keras
"Kan udah gue bilang ngak usah, tapi u masih sewot aja" ucap gue sambil gertak tanah
"Yaudah sih sorry" bales dia dengan raut wajah sedih
"Yaudah gapapa, kali ini gue maafin. Besok-besok jangan lagi ya!!" ucap gue dengan nada emosi
"Iye-iye" bales dia dengan raut wajah sedih

Saat itu juga Fransisco pergi meninggalkan gue sendiri dan gue berniat untuk meminta maaf ke JN saat di dalam bus. Gue ngak mau karena sikap gue tadi, pandangan JN tentang gue jadi berubah drastis. Kali ini gue butuh banget bantuan Nico. Gue bergegas mencari Nico.

"Lin Nico mana?" tanya gue
"Udah di dalam Bus tuh" jawab Linda

Oh ternyata Nico udah ada di dalam bus. Gue segera bergegas pergi ke arah bus dan mencoba menceritakan semua kejadiannya kepada Nico. 
0 comments

Kisah Cinta #13

"Ok, silahkan JN dan Befi berunding terlebih dahulu" ucap pembina osis

Saat itu gue berusaha untuk menerka-nerka lagu apa yang akan di bawakan oleh JN dan Befi. Mungkin lagu yang isinya rada galau atau lagu anak TK? Kalau gue liat dari muka-muka JN, pasti dia bakal bawain lagu yang rada galau.

"Oke, saya dan Befi akan membawakan sebuah lagu" ucap JN
"Ku buka album biru, penuh debu dan usang. Ku pandangi seragam berdiri. Kecil bersih belum ternoda...." nyanyi JN

Gue yang pada saat itu tiba-tiba diem tanpa suara. Bukan cuman gue, teman-teman yang lain ternyata juga diem dan ngeliat JN bernyanyi. Rata-rata ngeliatnya ke JN bukan ke Befi. Soalnya JN membawakan lagu tersebut dengan penghayatan yang bagus. Gue sekejap teringat dengan orang tua di rumah. Rasanya terharu mendengarkan lagu yang di bawakan JN. Lagu dengan JN nya pas banget.

Setelah selesai bernyanyi, teman-teman yang lain diam selama dua detik dan akhirnya memberi tepuk tangan yang cukup meriah. JN pun terlihat memberikan senyuman manisnya ke arah penonton.
"Terima kasih", ucap JN dan Befi

Dugaan gue, dia ngak manggil gue ke depan buat nemenin dia nyanyi karena dia pengen gue dengerin suara dan lagunya. Sebelum dia duduk dan menaruh microphone, dia sempat memberi senyuman kecil ke arah gue. Kayaknya Ilham juga ngelihat senyuman yang di berikan JN ke arah gue. Kayaknya dia rada cemburu. Nico yang dari tadi diem sepertinya tahu kejadian ini.

"Ok, sepertinya permainan ini akan kita akhiri dulu mengingat waktu yang tidak memungkinkan untuk di lanjutkan kembali" ucap pembina osis
"Yah...." sorak anggota osis

Setelah permainan tersebut, kita masuk ke sesi acara selanjutnya. Yakni kesan dan pesan dari pembina osis dan para anggota departemen.
"Ok, kita akan masuk ke sesi kesan dan pesan yang akan di mulai oleh saya sendiri" ucap pembina osis
"Seperti yang kita tahu bahwa LDKS ini akan usai dalam beberapa jam lagi, saya ingin menyampaikan pesan saya bagi kalian semua, dalam setiap departemen harus di butuhkan kerja sama. Tanpa kerja sama yang baik, program-program yang kalian telah susun akan sama saja artinya tidak akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, saya berharapa dengan adanya LDKS ini. Kalian mampu meningkatkan kerja sama kalian guna mencapai kesuksesan" tambah pembina osis
"Prok! Prok! Prok!" Tepuk tangan anggota osis

"Oke, setiap departemen di harapkan untuk maju dan memberi kesan dan pesan" tambah pembina osis

Oke, departemen gue adalah departemen pertama yang di instruksikan pembina osis untuk maju ke tengah-tengah lingkaran.
"Silahkan beri kesan dan pesan kalian selama LDKS kali ini" ucap pembina osis
"Oke, LDKS kali ini itu asik banget, anak-anaknya asik, permainannya asik, banyak ilmu yang kita dapat di sini" jawab JN
"Lalu Ilham?" tanya pembina osis
"Kalau menurut saya, LDKS kali ini asik banget. Bisa mandi bareng, apa-apa bareng" jawab Ilham
"Wakakakaka" seluruh anggota osis tertawa
"Eh kalau me.." jawab gue

Percakapan gue sempat terpotong karena ulah Ilham. Ntah apa yang ada di pikiran Ilham. Dia tiba-tiba menyodorkan microphonenya ke arah gue dan tiba-tiba di beri lagi ke arah JN. Apakah dia agak sedikit emosi terhadap gue?

"Kamu mau ngomong apa Andy? tanya pembina osis
"Ngak jadi bu, saya agak serek suaranya" jawab gue
"Oh oke Befi mau ngomong apa" tanya pembina osis
"Saya ngak jauh berbeda dengan Ilham dan JN, LDKS kali ini asik banget dan banyak ilmu yang kita dapatkan di LDKS kali ini" jawab Befi

Setelah departemen gue selesai memberikan kesan dan pesan. Kami di persilahkan duduk kembali dan bergantian dengan departemen lain untuk memberikan kesan dan pesan. Setelah selesai, kami di suruh untuk beristirahat sejenak sambil menunggu kedatangan bus.

"Nic, tadi u liat reaksi Ilham ke gue saat maju ke depan" tanya gue
"Iya kayaknya dia tahu deh kerja sama kita berdua" jawab nico
"Hah maksudnya" bales gue
"Iya dia sekarang sikapnya rada dingin ke arah gue" jawab nico
"Yah gapapa, untung yang soal kebohongan setan tersebut ngak gue kasih tau ke dia. Biarin dah dia ketakutan sendiri" bales gue
"Hahaha, tapi lain kali jangan gitu ndy, keterlaluan juga kalau di liat-liat" jawab nico
Kamis, 27 November 2014 3 comments

Kisah Cinta #12

"Ok setelah makan, sesi acara selanjutnya adalah adu bernyanyi" ucap pembina osis dengan suara keras.
Mendengar perkataan dari pembina osis, gue langsung bergegas membantu JN membersihkan piringnya.
"JN, aku bersihin ya piringnya", ucap gue dengan nada halus
"Gapapa ndy, ntar ngerepotin", balas dia

Kalau menurut gue dari percakapan tersebut, gue udah tau salah satu sifat dia yang tersembunyi. Yap, ngak manja. Kalau di lihat-lihat dia gak cengegesan kayak anak-anak cewe yang lain. Biasanya cewe suka di manja atau apa lah. Tapi dia berbeda dengan cewek-cewek yang lain. Ngak manja, pintar, baik, suka senyum.

"Waduh ntar kalau aku yang ke pilih maju buat nyanyi gimana ya?" ucap gue dengan nada pasrah
"Ya, tunjukin yang lo bisa aja. Harus pede dengan kemampuan sendiri" kata dia dengan senyumannya
"Hahaha, makasih ya" bales gue

Jadi format permainannya adalah kita semua anggota osis di instruksikan untuk membuat suatu lingkaran yang besar. Setelah itu salah satu anak akan di berikan tongkat kecil dan seketika akan terdengar musik. Saat musik berjalan, tongkat tersebut harus di oper ke anak-anak lain dengan cepat seperti estafet. Jika musik berhenti, orang yang terakhir memegang tongkat tersebut akan di beri suatu pertanyaan oleh pembina osis. Jika anak tersebut tidak bisa menjawab, dia akan di beri hukuman beryanyi di tengah-tengah lingkaran. Jika berhasil menjawab, anak tersebut akan aman-aman aja.

"Siap-siap musik akan di mulai" ucap pembina osis dengan suara keras

Jreng! Jreng! bintang kecil di langit yang biru blablabla. Begitulah musik yang di putar oleh pembina osis dan apesnya. Ternyata, yang akan di kasih pertanyaan adalah gue. Sebenarnya sih yang megang tongkat terakhir adalah teman samping gue. Cuman dia memberikan tongkat tersebut di saat pas musik berhenti. Jadi gue dan dia melakukan suit dan akhirnya gue kalah.

"Aduh apes gue" ucap gue dengan nada pelan
"Ok, Andy dengarkan pertanyaanya. Hal apa saja yang harus di perlukan dalam suatu departemen?" ucap pembina osis
"Hal yang harus di perlukan adalah kemampuan kita untuk bekerja sama satu sama lain, meskipun sebenarnya banyak. Namun jika departemen tidak mempunyai kerja sama yang mumpuni. Segala kemampuan yang kita miliki akan sia-sia saja" ucap gue dengan nada menyakinkan
"Benar!" bales pembina osis

Prok! Prok! Prok! tepukan tangan terdengar dari semua anggota osis khususnya JN. Dia memberikan ekspresi senang di tambah dengan senyumannya yang indah. Hal ini membuat gue lebih pede dan percaya diri dalam menjalankan acara selanjutnya.
"Hebat!!" ucap teman di samping gue

"Ok, musik akan kembali di putar" ucap pembina osis

Kau hancurkan aku dengan sikapmu, kau sadarkah telah menyakitiku. Begitulah sebagian lyric lagunya. Rada-rada galau gitu, sama kayak gue di saat memikirkan JN. Saat musik berhenti, ternyata yang memegang tongkat terakhir tersebut adalah JN. Ngak sabar nunggu pertanyaan yang akan di lancarkan pembina osis.

"Ok JN, ada berapakah warna yang terdapat dalam pelangi?" ucap pembina osis layaknya sedang kuis
"Hmm, empat?" ucap dia dengan nada ragu-ragu
"Salah, silahkan maju ke tengah" bales pembina osis

Nah, ternyata saat berdiri di tengah. JN rada malu-malu kucing. Akhirnya pembina osis memberikan keringanan. Jadi JN boleh memilih salah satu anak di antara anggota-anggota osis untuk mendampingi dia menyanyi di tengah. Kayak duet anang-ashanty aja. Gue berharap JN memanggil nama gue sesuai dengan janjinya saat sarapan tadi.

"Semoga gue! Semoga gue" ucap gue dengan nada pelan
"Befi!" ucap JN
"Hah aku? yaudah deh" bales Befi
"Anjrit, kenapa bukan gue" ucap gue dengan nada pelan

Kenapa lo ngak manggil nama gue aja? Begitulah pertanyaan yang sering keluar di saat itu. Gue rada kesel, padahal tadi pagi dia mengatakan ingin bernyayi bareng sama gue. Nico kayaknya juga ngeliat reaksi wajah gue dari tadi. Gue coba berpikiran positif aja, mungkin dia lupa. Padahal jika dia memanggil nama gue, itu merupakan kesempatan emas untuk membuat album layaknya anang-ashanty. *Ngawur*. 
Senin, 24 November 2014 0 comments

Kisah Cinta #11

Kelucuan yang gue alami pagi ini membuat gue lebih besemangat mengikuti acara-acara pada LDKS. Gue dari tadi ngeliatin mukanya Ilham, kayaknya masih takut dia. Tapi masa bodo la, dia juga rada songong pas main futsal. JN juga ngeliatin muka gue melulu, mungkin dia ngasih kode jangkrik atau ternyata yang tadi di toilet cowo itu ternyata JN? Apa benar dia pengen mandi bareng sama gue? Gila kalau memang bener-bener dia yang ada di toilet cowo. 
Gue : Nic, kayaknya JN ngasih kode buat mandi bareng
Nico : Pernah gak u denger berita ada orang mati gara-gara dia ngomong "Ada yang ngasih kode buat mandi bareng"
Gue : Ngak
Nico : Mana Kapak!? Mana Kapak!? sambil plengak plengok kanan kiri

Yah, gue si berpikiran positif aja. Mungkin JN ngeliatin karena keberanian yang tadi gue ceritakan. Meskipun keberanian yang di buat-buat. Tapi gue merasa kayak di penjara. Ngak bebas untuk melihat. Tatapannya itu tajem banget ke gue. Nusuk-nusuk ke mata gue. Akhirnya gue nyuruh Nico buat ngasih tau kalau JN itu ngeliatin gue apa kagak. 
Gue : Nic, ntar kalau JN ngeliatin gue, lu kasih tau ya. *bisik-bisik*
Nico : Buat apa? *nada pelan*
Gue : Gue penasaran aja, berapa kuat dia ngeliatin muka ganteng gue ini. *bisik-bisik*
Nico : Tai lo * rada kenceng *
Gue : Bego jangan kenceng-kenceng, udeh intinya u kasih tau aja kalau dia ngeliatin gue. * bisik-bisik*
Nico : Oke dah demi lo *nada maho*

Akhirnya Nico sepakat, gue kayaknya jadi ngebebanin dia. Tapi apa boleh buat, orang gue penasaran. Saingannya tuh berat, Ilham. Kemarin ngapain coba pake acara ngajak-ngajak liat bunga. Pengen rasanya gue punya jurus shaolin soccer atau tendangan elang ala tsubasa buat nendang kepalanya. Gue juga lama-lama jadi rada gak tega ngeliatin Ilham yang parno gitu pas mau mandi. Tiba-tiba di pikiran gue serasa ada setan sama malaikat. 
 Malaikat : Bilangin ke Ilham, kasihan dia gak mandi-mandi dari tadi *suara suci*
Setan : Ngapain lo ngasih tau? Dia saingan lo!! inget!! *huhuhahahahhuhuhhahaha*
 Malaikat : Kamu lebih pentingan perselisihan dari pada pertemanan? *suara suci*
Setan : Udah, dari pada lo kalah ntar? mending ngak usah bilang *huhuhuhahaha*

Mungkin begitulah percakapan antara setan dan malaikat tersebut. Rasanya di badan gue 50% suci 50% setan. Gue ngak ngerti mau nurutin yang mana. Yah, pada akhirnya sih gue ngikutin yang setan. Sorro malaikat, gue lagi pengen ngerebut hatinya JN. Saat itu gue senyum-senyum sendiri sambil ngeliat ke lantai. Posisi gue saat itu lagi duduk di bangku. Nico yang tanpa sepengetahuan gue ternyata ngeliatin reaksi wajah dari gue. 
Nico : U kenapa ndy? *heran*
Gue : Gapapa.. wkwkwk
Nico : Kayaknya u lagi mikiran yang enak enak, bokep ya? *ketawa-ketawa*
Gue : U lama-lama sinting juga ya
Nico : Yah gue gituloh * nada alay *
Gue : Haiz..

Gue ngak ngerti apa yang ada di pikiran Nico pas itu. Tiba-tiba dia nuduh gue lagi mikirin bokep? Tiba-tiba dia nyambung ke arah bokep. Gue jadi curiga, apa dia yang lagi mikirin bokep? Ah sudahlah, gue harus cepet-cepet nyelesain misi gue untuk merebut hati JN. 
Gue : Gimana dia ngeliatin gue?
Nico : Kagak 
Gue : Hmmm , kayaknya dia tau lo dari tadi ngawasin
Pembina Osis : Andy!! Nico!!

Sial, pembina osis dari tadi ngeliatin gue. Gue juga lama-lama rada bosen ngomongin percakapan dengan tema yang sama-sama juga. Akhirnya gue memutuskan untuk mengambil beberapa makanan yang ada di dapur. Kebetulan ada tempe, tahu, dan nasi goreng. Pas banget buat perut gue dan kebetulan pas itu masih pagi. Gurih-gurih nyoii dah. Tapi rada ilfil juga ngeliat keadaan dapur pondok Jingkruk. Jorok-jorok gitu di bagian pojok. Temboknya udah coklat-coklat kayak kena hujan. Kesannya juga rada angker. Gue juga ngeliat belalang jalannya kayak orang keseleo. Makin jijik rasanya. Hasrat gue untuk makan lama-lama berkurang. Gue ajak deh Nico buat makan di luar
Gue : Nic, makan di luar yuk, ucap gue dengan nada lemes
Nico : Tadi kan pas lo mandi, gue dah beli kue di luar. Udah ngak laper dah *rada kesel*
Gue : Lu ngak liat dapurnya? kumel kumel jijik gitu?
Nico : Yah itu alasannya gue sama anak-anak laen pada beli kue di luar. U sih telat..

Tiba-tiba JN dateng. Gue ngak ngerti kenapa JN dateng di saat seperti ini. Di saat dimana muka gue masih lemes-lemes. Masih banyak beleknya. Rambut gue masih ngondoy-ngondoy gak jelas gitu. 
JN : Kamu ngak makan? ucap dia sambil senyum-senyum
Gue : Iya bentar lagi, kamu makan dulu aja?, ucap gue dengan gaya sok keren
JN : Ooh aku makan dulu ya
Gue : Iya

Gue dari tadi mikir, apa dia gak jijik apa makan di situ? Tapi suasana kumel, jijik, coklat-coklat gak jelas berubah seketika karena senyumannya. Dia tiba-tiba ngambil lap yang ada di dapur. Lalu di bersihin meja dapurnya. Gaya bersihinnya kayak cewe-cewe yang bersihin mobil di pagi hari. Gila, jiwa ke ibu-ibuannya sudah nampak dari kecil. Ntar anak gue pasti bangga punya ibu kayak dia. Nico ternyata tatapannya seketika auto fokus ke arah JN. 
Nico : Gile, tuh pacar u keren amat
Gue : Semoga aja jadi pacar gue
Nico : Ah, paling Ilham yang dapet
Gue : Kampret lo

 Setelah JN membersihkan dapur yang kumel, dia ngambil beberapa tempe sama tahu di dapur. Tapi gak pake nasi. Gue berniat untuk melakukan percakapan singkat dengan JN. Pastinya di bantu dengan Nico. 
Gue : Nic, lu pura-pura ke arah dapur terus kesandung ya?
Nico : Kampret, gini-gini gue juga punya harga diri
Gue : Demi gue *tatapan menggoda*
Nico : Tai lah *langsung jalan terus pura-pura jatuh*

Jiwa kepahlawanan gue seketika keluar meskipun di buat-buat. 
Gue : Nic u gapapa? *tatapan najis*
Nico : Gue gapapa , Uhuk uhuk * pura-pura batuk *
Asek, harapan gue pun di kabulkan. JN seketika datang dan bertanya kepada Nico, "Kamu gapapa?". Ooh aku gapapa kok untung ada si Andy, jawab dia dengan nada yang cukup najis. 

Seketika JN ngeliatin gue selama beberapa detik. Kayaknya dia kagum dengan aksi heroik gue. Meskipun aksi heroik yang sengaja di buat dengan korban yang sengaja di buat najis. 
Gue : U gapapa nic? Makanya jalan hati-hati, ucap gue membuat suasana tambah heroik.
JN : Kamu orangnya baik banget ya, sambil memberikan senyuman manis.
Gue : Biasa aja..

Nico seketika langsung berdiri layaknya ngak terjadi apa-apa. Sepertinya dia udah mulai jengkel dengan drama yang gue buat. Dia langsung alesan mau ke toilet. Di tinggalah gue berdua dengan si JN. Asik, momennya pas banget. Pagi-pagi, sunyi kayak di kuburan. Ada beberapa pertanyaan yang gue ucapin ke dia.
Gue : JN, kamu berapa bersaudara?
JN : Dua
Gue : Ooh, kamu anak pertama?
JN : Ngak aku anak kedua. Anak pertama cowo namanya kendrick
Gue : Ooh gitu

Anjrit, Kendrick? Gue kenal itu nama sejak dia meledek-ledeki team kesayangan gue. Yap, Manchester United. Waktu itu Manchester United gagal mengangkat piala karena di gagalkan oleh Manchester City. Kendrick langsung masang status di facebook. Yang isinya menyindir Manchester United. Kokonya suka ngeledek team gue, adeknya mah gurih-gurih nyoi. Gue akhirnya pura-pura nanya tentang team sepakbola favorit kokonya. 
Gue : Ooh gitu, koko kamu suka sama klub bola namanya apa?
JN :  Aku kurang suka bola, tapi yang aku tau dia suka sama liper apa itu
Gue : Liverpool?
JN : Iya...

Pantes kokonya kayaknya gencar banget ngeledekin team kesayangan gue. Ternyata dia The Reds. Lo tau lah persaingan antara Liverpool dan The reds yang akhir-akhir ini cukup panas. Namun, tahun ini pembelian mario ballotelli bisa di kategorikan pembelian yang cukup fatal karena ngak membawakan dampak positif sama sekali ke Liverpool. 

Gue yang lagi asyik-asyiknya ngobrol sama JN pun di ganggu sama Ilham. Tiba-tiba dia dateng, dengan muka yang rada lemes. Terus dia malah mau ikut nimbrung dengan gue dan JN. Namun ngakaknya, JN bertanya " Ilham, kok badan kamu bau pesing?". Seketika muka Ilham pucet dan dia ntah ada angin ada badai berkata "Eh aku lupa ada yang ketinggalan di kamar, aku pergi dulu ya". Iyaaaaa, ucap gue dengan nada lega. Kayaknya Ilham masih belum mandi juga tuh. Ah lama-lama gue ngak tega. Ntar gue kasih tau yang sebenarnya dah pas acara selanjutnya.

Gue : Eh JN, makannya buruan. Bentar lagi sesi acara selanjutnya mau mulai
JN : Hmm emang apa acara selanjutnya?
Gue : Setau aku sih nyanyi-nyanyi
JN : Wih asik nih wkwkw, ntar nyanyi bareng-bareng ya
Gue : Iya kan kita satu departemen pasti nyanyi bareng
JN : Iya wkwkw

Kaget gue, tiba-tiba dia ngajak gue untuk nyanyi bareng-bareng.  Mungkin dia cukup senang gue temenin dia makan. Mungkin dia juga senang dengan aksi heroik gue pas nyelamatin Nico yang pura-pura jatuh. Ngomong-ngomong Nico kemana yah? Kayaknya nongkrong di kamar dah.
1 comments

Kisah Cinta #10

Yah, setelah melakukan percakapan yang singkat. Gue bergegas untuk mandi, mengingat toilet cowo yang cuman empat. Tapi rada serem juga kalau jadi orang pertama, otomatis gue sendirian yang masuk ke toiletnya. Kan ngak tau itu dulu bekas apaan. Udah gitu, banyak pohonnya di luar toilet. Jadi pohon-pohonnya itu menutupi toilet pria. Kebayang dong, mistisnya gmana. Yah, gue berpikir positif aja. Dengan berkeyakinan penuh, semua yang mistis akan kalah sama gue.

Gue mandi, taruh sabun, lepas baju. Tiba-tiba ada suara cewe di samping toilet. Gue mendengar suara dua orang cewe. Kali ini gue yakin ini bukan setan, karena suara-suara tersebut sangat familiar di kuping gue. Meskipun familiar di kuping gue. Gue masih bingung, sebenarnya itu suara siapa. Mereka berdua ternyata mandi di toilet cowo. Berisik suaranya, sambil ketawa-ketawa.
Gue : Woy ini siapa?
Mereka : Gak tau deh
Gue : Hah??
Mereka : Lalalala

Awalnya gue pikir itu adalah suara JN yang sengaja di ubah-ubah. JN memancing gue untuk masuk ke kamar mandi dia, dan mengajak untuk mandi bareng. *Ngawur*. Yah, gue cuekkin aja. Gue pikir paling itu anak-anak cewe yang iseng atau toilet cewe penuh makanya mereka masuk ke kamar mandi cowo. Tapi ntuh anak-anak cewe gak malu apa mandi di toilet cowo? Yang makin bikin gue heran, kan selain gue masih banyak cowo-cowo yang belum mandi di luar sana.

Akhirnya selesai mandi, gue keluar dari toilet dan gue memberanikan diri menuju asal suara tersebut. Hmm, pintunya ke buka.
Gue : Ada orang?
Ternyata pas gue masuk, ngak ada orang sama sekali. Gue pikir, paling udah selesai mandi.  Kenapa toilet cowo sepi banget ya? Padahal sekarang jam-jamnya mandi sama sarapan. Ah, gak mungkin cowo-cowo pada sarapan dulu sebelum mandi.

Akhirnya gue memutuskan untuk menanyakan kejadian tersebut ke Nico.
Gue : Nic, kok u ngak mandi?
Nico : Tadi ada tukang kue lewat, jadi anak-anak pada beli kue
Gue : Ooh, oke

Ooh, mereka pada makan kue di luar. Berarti tadi di toilet gue sendiri? Cewe yang tadi ntuh siapa ya? Gue coba tanya lagi ke dua anak cewe yang gue yakin itu mereka berdua yang tadi mandi di toilet cowo.
Gue : Lanny, tadi u mandi di toilet cowo ya?
Lanny : Hah? Ngak kok
WJ : Aku juga ngak kok. Malahan aku belum mandi
Lanny : Aku udah mandi cuman mandinya di toilet cewe. Ngapain coba di toilet cowo
Gue : Ooh, oke.

Jadi tadi?? Aiz, seketika di saat itu gue merinding. Sebenarnya siapa yang mandi di toilet cowo. Yah, gue coba ceritakan ke Nico. Reaksi Nico juga kayaknya kaget, dan kagum ngeliat gue yang reaksinya tadi di toilet biasa-biasa aja. Nico nyebarin cerita gue tersebut ke anak-anak yang lain. Spontan mereka jadi parno gitu kalau mau mandi. JN juga denger cerita dari gue tersebut.
JN : Tadi kamu kenapa di toilet?
Gue : Tadi aku denger ada yang mandi di samping toilet cowo, dua anak cewe
JN : Serem banget ya, kamu gapapa?
Gue : Gapapa, aku mah dah biasa
JN : Wih keren, kecil-kecil berani juga ya.

Gilee, ngomongnya "Aku mah dah biasa". Padahal jantung gue pas denger pernyataan Lanny sama WJ udah kayak tremor. Geter-geter gimana gitu. Tapi gapapa, gue menjadikan kesempatan ini untuk pamer ke JN. Yah, otomatis JN beranggapan gue itu anak yang pemberani. Tapi kenapa "Kecil-kecil berani juga ya". Apakah gue di mata JN ini kayak anak kecil. Halah, dalam waktu dekat ini gue harus membuktikan kalau gue bukan anak kecil.

Ilham pun kayaknya juga rada parno pas mandi di toilet cowo. Gue mau jailin Ilham dengan menakut-nakuti dia dengan cerita horror gadungan gue.
Gue : Ilham, hati-hati
Ilham : Hah??
Gue : U kalau mandi mending jam 12 siang bolong
Ilham : Emang kenapa??? jam 12 kan ada acara
Gue : Yah, kalau ngak percaya yaudah
Ilham : Percaya apa?
Gue : Ada sesuatu di toilet cowo
Ilham : Gue ngak percaya ah, dah gue mandi dulu
Gue : Oke

Dari percakapan singkat tersebut, kelihatan Ilham berani-berani aja. Padahal realnya dia ketakutan pas mau mandi. Ujung-ujungnya dia ngak mandi. Gue dapet info dari Nico.
2 Jam kemudian
Gue : Ilham, dah mandi u?
Ilham : Udeh
Gue : Ooh
Nah lo ketauan ngibulnya. Dalam hati gue dah ketawa-ketawa sendiri. 

Minggu, 23 November 2014 1 comments

Kisah Cinta #9

Gue : Nic, u yang bener awasinnya
Nico : Iye-iye u buruan maju duluan
Ilham : Cepet ndy
Gue : Ssst jangan berisik , gue tau

Gue, Ilham, dan Nico mengendap-ngendap keluar dari pondok jingkruk. Rasa penasaran ini lah yang membuat kami nekad keluar. Pondok jingkruk ini lumayan terbuka dari akses keluar dan masuk. Penjaganya juga relatif minim. Kami penasaran, ngapain itu sekumpulan orang-orang make topeng. Bentuk topengnya mirip-mirip muka cepot di wayang NET. 
Ilham : Sekarang kita kemana nih? Gue rada ngeri juga
Gue : Lewat situ, udah jangan ngeri-ngerian
Nico : Udah ayo cepet!! penasaran gue



Akhirnya kita jalan mengendap-ngendap tapi hati-hati. Kita berusaha untuk mengurangi suara-suara dari langkah kami. Biar ngak ketahuan sama si orang bertopeng dan anak-anak di pondok. Kita ngumpet di balik pot tanaman yang ada di sana. Gue ngeliat itu orang-orang bertopeng melingkari satu api unggun. Terus di puter-puterin, sumpah gue deg-degan banget pas itu. Nyali gue yang awalnya kayak hulk ciut jadi kayak tom di kejar spike.
Gue : Eh udahan yuk balik, dah malem
Ilham : Iya nih dah malem
Nico : Yuk

Gue : Eh tunggu bentar, dengerin!!





Tiba-tiba itu orang-orang bertopeng ngeluarin suatu kalimat yang kita gak ngerti mereka ngomong apa. Nada yang di keluarkan pun juga lumayan serem. Menurut gue itu semacam ritual, tapi pastinya gue ngak tau. Jantung kita udah pada mau copot. Gue ngak tau yang ada di pikiran gue apaan. Gue langsung ngibrit lagi, Ilham, dan Nico yang udah juga rada panik langsung lari. Lumayan kenceng lah bunyi yang kita hasilkan. Orang-orang bertopeng pun nyadar kalau ada kita. Saat itu posisi gue ada di depan Nico sama Ilham. Jadi gue gak terlalu perhatiin situasi di belakang.
Ilham : Di Kejar!!!!
Nico : Cepet lari!!!
Gue : Hah???

Gue : Anjrit!!! kabur cepet.
Gue yang agak bingung kenapa mereka teriak-teriak kayak di kejar. Gue nengok dikit ke belakang. Ternyata, memang bener di kejar. Dua orang bertopeng ngejar-ngejar kita, cuman karena kita masih muda, kita larinya lebih cepet dari mereka. Ntah orang bertopeng tersebut ngejar atau kagak. Kita udah lari tanpa ngeliatin orang-orang di belakang. Pas dah nyampe di pondok jingkruk. Ternyata orang yang ngejar kita udah ga ada. Kita buru-buru masuk dan tidur. Untung ngak ada yang bangun.

Saat kita udah mulai ngantuk, suara-suara orang bertopeng yang ngak jelas itu masih terdengar jelas. Jarak antar pondok jingkruk sama mereka-mereka lumayan deket, yah gak terlalu jauh. Kita terus berdoa, semoga ngak akan terjadi apa-apa. Gue mencoba untuk ngak tidur duluan, gue berniat ngajak Ilham dan Nico buat jaga pondok jingkruk dari orang-orang tersebut.
Gue : Nic, gmana kalo kita jaga pondok jingkruk ini. Jadi jangan tidur duluan
Nico : Aduh, gue gak mau ikut-ikutan lagi. Besok acaranya banyak.
Ilham : Iya bener acaranya banyak
Gue : Kalau tuh orang bertopeng masuk kayak tadi yang deket kamar cewe gimana?
Ilham : Oke kita tahan ngantuk kita sampe 1 jam. Sekarang jam brp?
Gue : Jam 10 an
Nico : Yaudah, kalau dah jam 11 tidur

Suara-suara aneh orang-orang bertopeng semakin lama semakin membuat nyali kita ciut. Namun, gue teringat wajah sosok JN. Gue berkhayal, seketika orang bertopeng masuk. Lalu mengacaukan suasana tidur anak-anak. Orang yang bertopeng merah akan menangkap dan menculik JN lalu di sekap di suatu rumah. Namun gue berhasil menghalau mereka, gue lawan satu-satu dan gue menang. Lalu JN memberikan ciuman manis di arah jidat gue. Ah, mustahil kayaknya. Gue juga ngak ngerti bela diri.

Satu jam berlalu....
Nico : Udah jam 11 an nih, gue tidur dulu ya
Ilham : Iya ndy dah jam 11
Gue : Oke dah sesuai janji, tapi kita mesti tetep waspada yah.

Bunyi ayam berkokok terdengar jelas, wah ternyata malam tadi ga ada apa-apa dan gue tidur lelap. Gue mencoba membangunkan Nico sama Ilham.
Gue : Nic, Ham bangun
Nico : Hwahhh *menguap*, kenapa?
Ilham : Wih aman kan tadi malam
Gue : Aman- aman aja kok

Yang pada awalnya gue sama Ilham kurang deket. Lama kelamaan jadi deket karena peristiwa tadi malam. Tapi gue masih ada rasa cemburu dengan dia, dan gue pikir dia juga ada sedikit cemburu dengan gue. Gue jadi merasa bingung. Ah sudahlah, yang namanya persaingan harus ada seorang pemenang. Antara gue dan Ilham harus di tentukan siapa pemenangnya. 
0 comments

Kisah Cinta #8

DOR!!! DOR!!! DOR!! Gile malem-malem gini, ada yang gedor gedor pintu. Setan atau apa nih? Biasanya kalau orang mau masuk pasti cuman di ketok dikit, ini gedornya ampe pintu mau jebol. Gue coba cari akal, di toilet ada sedikit bolongan yang mengarah ke depan. Gue naik deh pake bantuan besi di toilet.
Gue :  VINCENT!!!!
Vincent : Ape?
Gue : U udah gedor-gedor pintu orang tapi masih ngomong "Ape"?
VIncent : Habisnya gue kira u main-main di dalem
Gue : Yaudeh tunggu depan napa!!
Vincent : IYEEE!! Sorry!!!
Pembina Osis : Woi !! Diem!!

Gara-gara vincent, gue jadi di marahin. Halah kok jadi gue yang apes gini. Setelah mandi, gue ngeliat JN yang udah selesai mandi. Awalnya pengen ngerencanain mandi bareng sama JN. *Ngawur*. Gile, rambut JN kalau lagi basah gitu makin keliatan cakepnya. Gue jadi berasa orang India yang kalau ada tiang bakal joget-joget sendiri. Gue pura-pura nanya tentang proposal deh, biar bisa deket sama dia.
Gue : JN, habis mandi?
JN : Iya? Basah banget ya rambut aku
Gue : Gapapa
JN : Terus ada apa?
Gue : Aku cuman pengen nanya tentang proposal tadi, gmana kata pembina osis? Bagus ga?
JN : Yah gak jelek gak bagus, standard aja. Yang penting dah selesai
Gue : Ooh gitu, yaudah aku ke kamar dulu deh
JN : Iya

Suara JN halus banget. Udah lucu suaranya halus. Gue gak ngerti kenapa yang sudah dia cuman dua orang. Yah gapapa sih, bisa mengurangi persaingan aja. Setelah semua anggota osis selesai mandi, kami di suruh untuk makan malam di lantai satu. Posisinya masih membentuk lingkaran.
Pembina Osis : Baik, sebelum kalian makan. Di mohon untuk berdoa terlebih dahulu.

Setelah semua selesai makan, kembali ke sesi acara berikutnya. Sesi acara kali ini adalah membuat laporan pertanggung jawaban. Setiap departemen di suruh untuk membentuk lingkaran kembali.
Gue : Udah ayo bikin laporan pertanggung jawabannya, biar cepet selesai.
Nico : Sabar, takutnya ntar salah lagi laporannya
Ilham : Oke yang nulis JN aja ya
JN : Iya
Gue : Wkwkwkwk
Ilham : Napa?
Gue : Gapapa

Ntah mengapa Befi tiba-tiba diem kayak patung di percakapn tersebut. Mungkin dia sadar mengapa Ilham bisa nyuruh JN yang nulis laporan pertanggung jawabannya. Setelah selesai, kami mendengarkan ceramah, koreksi-koreksi program hari ini, berdoa, dan akhirnya di suruh untuk tidur.
Gue : Eh, di sini ga ada bantal ya?
Nico : Iya nih hahaha, pake tas aja
Gue : Bentar gue keluarin dulu yang tajem-tajem
Nico : Sama gue juga, tas gue ada piring
Ilham : Gmana kalau malam ini kita cerita horror?

Tiba-tiba gue, Ilham, dan Nico kaget. Ngeliat ada seseorang yang masuk pake topeng warna merah. Sekedar info di daerah pondok jingkruk ternyata ada sejumlah orang, ntah gue gak tau dari mana. Lagi ngerayain apa gitu, katanya pembina osis sih orang-orang itu semuanya pake topeng. Pondok jingkruk ini boleh di bilang cukup terbuka. Jadi orang-orang bisa leluasa masuk dengan mudah. Hal ini membuat cewe-cewe menjadi takut karena kamar mereka letaknya ada di luar dan pada memutuskan untuk tidur bareng cowo. YES!! bisa tidur sama JN. *Ngawur*.  Jadi semuanya tidur di lantai satu. Lantai satu lumayan besar. Jadi cewe tidur di bagian kiri, cowo di bagian kanan. Tengah-tengahnya ada pembina osis.

Perhatian gue yang selama ini terfokus kepada JN. Seketika beralih ke orang-orang yang memakai topeng di deket pondok jingkruk.
Gue : Nic, keluar yuk. Gue penasaran
Nico : Sebenarnya gue juga penasaran tapi cara keluarnya? Pasti ntar di laporin.
Gue : Kerja sama aja, bukan u doang. Ilham juga ada
Ilham : Iyeee
Gue : Jadi 1 orang maju buat liat situasi dan kondisi. Kalau aman baru kasih kode.
Ilham & Nico : Sep
Sabtu, 22 November 2014 1 comments

Kisah Cinta #7

Gila rasanya, di liatin sama JN sampai 1 jam an lebih. Hmm, kayaknya gak usah sampai di pikirin terlalu serius. Mungkin dia hanya iseng-iseng ngeliat doang. Inget kata si Nico, "Jangan Kegeeran". Ntar kalau geer-geer, gue juga yang bakal kecewa sendiri.
Gue : Nic, jadwal habis game ini apa lagi?
Nico : Sesi selanjutnya masih game ndy
Gue : Oh oke deh

Sesi selanjutnya masih game. Game yang akan kita mainkan adalah perdepartemen akan di suruh untuk membuat lingkaran. Nah di tengah-tengah lingkaran akan di letakkan sebuah karton. Jika pembina osis mengatakan " 3 KAKI!!". Nah Harus ada di kaki yang sudah ada di karton tersebut. Jika kurang atau lebih, maka ada salah satu anggota dari departemen yang harus di hukum. Hmm, lagi-lagi kekompakan. Kayaknya rada sulit kalau gue bisa kompak sama Ilham.

Gue : Nih game butuh konsentrasi yang tinggi
Nico : Iye, harus konsen
Ilham : Hmmm..
Befi : Tadi gmana cara mainnya? Masih gak ngerti gue
Gue : Ntar kalau dah main pasti ngerti
JN : Iya pasti ntar ngerti sendiri

Permainan pun di mulai, pembina osis melancarkan serangan serangan kata yang membuat setiap departemen rada puyeng. Tapi gak berlaku di departemen gue. Karena ada persaingan tersendri di departemen gue. Tau lah siapa lagi kalau bukan gue sama Ilham. Persaingan tersebut rada menguntungkan buat departemen gue, karena membuat konsentrasi jadi lebih kuat.
Pembina Osis : Tiga!!
Gue, Ilham, Nico langsung masukin kaki ke karton. Befi dan JN gak masuk. Peran dua cewe tersebut serasa gak berguna di permainan ini. Mereka hanya di butuhkan ketika jumlah kaki 4 atau 5. Kalau 1, 2, 3 dah di babat abis sama gue, Ilham, Nico.

Satu per satu departemen pun banyak yang berguguran. Mereka yang udah pada kalah lansung ngeliatin departemen gue. Rada canggung di liatin orang banyak, tapi gue mencoba pede aja. Ada Ilham, gue harus nunjukin apa yang gue bisa di banyak orang terutama JN. JN pun kayaknya terpukau sama gue. Hmmm, kayaknya dia juga terpukau sama Ilham. Aduh, persaingan semakin ketat. Andai gue punya keahlian untuk membaca hati seseorang. Gue baca dah hati JN meskipun sampai 1000 halaman. *STOP GOMBAL*.

Ketika permainan selesai, langsung masuk ke sesi selanjutnya. Yakni kemampuan setiap departemen bikin proposal. Pembina osis kayaknya gak mau buang-buang waktu lebih banyak karena banyak program yang belum di jalanin. Gue ngeliat kepala JN yang udah basah dan keringetan. Niat gue sih pengen ngambil tisiu lalu bersihin aliran keringat tersebut dari kepalanya sambil berkata "Kamu Gapapa kan JN?".  Tapi suasanya gak pas, lagi rame banget orangnya. Kalau kejadian tersebut sampe terjadi, gue cuman bisa ilang "GURIH GURIH NYOII".

Di sesi proposal udah banyak yang kecapean. Jadi suasananya rada bosen. Apa lagi banyak yang keringetan. Kebayang lah baunya kayak sampah yang belum di buang 2 hari. Yah, kayaknya pembina osis juga tau perasaan kami semua. Jadi sesi proposal hanya berlangsung 25 menit. Setelah itu kami semua di suruh mandi.

Jumlah toilet cowo di pondok jingkruk cuman 4. Nah, gue coba buru-buru bawa alat-alat mandi ke toilet. Biar kebagian pertama pas mandi. Kebetulan pas itu juga suasanya mulai rada angker. Udah rada gelap dan suara jangkrik udah mulai kedengeran keras. Di tambah lagi pembina osis yang tiba-tiba berkata "Ssst diem, ada orang". Gue rada merinding dah.

Udah deh, gue langsung masuk ke kamar mandi. Lagi enak-enak di kamar mandi. Tiba-tiba ada yang gedor-gedor pintu kamar mandi gue. Anjrit, ini apaan? pikiran gue udah macam-macam. Setan atau apa nih? Langsung gue diem dan pura-pura gak ada orang.
1 comments

Kisah Cinta #6

Gue : Waduh acara kedua bentar lagi mulai, gue kebelet nih.
Nico : Udeh cepet gih ke toilet
Gue : Ok u tunggu dulu di sini ya
Nico : Iye cepet!!

Acara ke dua sebentar lagi akan di mulai. Game lagi, jadi cara main game ini kembali mengutamakan kekompakan. Jadi, setiap orang di departemen akan di tutup matanya dan sebelum di tutup setiap departemen di suruh untuk membuat suatu kode agar bisa di kenali oleh satu sama lain di dalam departemen.
Gue : Dah selese gue, dah ayo buru ke lantai 1
Nico : Iyee
Pembina : Oke semuanya sudah berkumpul. Kali ini kita akan masuk ke dalam game 2 . Setiap departemen harus memiliki kode masing-masing untuk dapat saling mengenali satu sama lain.
Nico : Hmmm kode apa nih yang kita pake?
JN : Gak tau nih
Gue : Jangkrik Jangkrik aja.
Ilham : Kodok kodok
Befi : Iya kodok kodok aja.
JN : Iya tuh, kodok lucu sih.

Haduh, kenapa gue gak milih kode hewan yang lucu kayak kelinci ato kucing?
Pembina Osis : Oke setiap anggota osis akan di tutup matanya dan akan di acak
Semua anggota osis : Oke!!
Gue : Nic, ntar kalau di tutup matanya lalu game di mulai. Kita duluan ya yang ketemuan
Nico : Iya tenang

Mata gue di tutup oleh kain oleh pembina osis. Nah, setelah itu gue di tuntun ke suatu tempat yang tadinya rame, jadi sepi kek kuburan.
Pembina Osis : MULAI!!!!
Gue : Kodok!! Kodok!!
Anggota Departemen Minat dan Bakat : Kudanill Kudanilll
Anggota Departemen Komunikasi : Roger!! Roger!!
JN : Kodok!! Kodok!!
Gue : KODOK!! KODOK!! *Makin keras*

Hal yang gak gue sangka tiba-tiba terjadi. Gue dan JN pertama kali bertemu duluan. Nah, menurut peraturan yang sudah di bacakan oleh pembina osis. Saat sudah bertemu dengan anggota yang lain. Harus di pegang tangannya biar gak mencar lagi. Gue gak tau apa yang ada di dalam pikiran gue. Awalnya canggung, tapi gue beraniin aja. Gue langsung pegang tangannya JN. Awalnya salah megang, gue malah megang di bagian kepala. Gila gemeter-gemeter tremor. Halus banget kulitnya, bening pula. Itu merupakan momen yang ngak bakal terjadi dua kali.

Setelah itu, gue dan JN bertemu dengan Nico, Ilham, dan Befi. Pas buka mata ternyata departemen gue yang menjadi departemen pertama yang berhasil menyelesaikan game ini. Jadi dapet poin plus deh di mata pembina osis. Setelah semuanya selesai, semua di suruh untuk berkumpul dan semuanya di suruh untuk membentuk lingkaran besar. Bukan per departemen, tapi semuanya di suruh untuk bercampur dan membuat lingkaran besar tersebut.
Gue : Gile nic, tadi!!
Nico : Nape?
Gue : Gue megang tangan JN..
Nico : Bagus dong.
Gue : yang bikin gue bingung, dia juga ikut megang tangan gue dengan erat
Nico : Ah , u ke geeran kali. Kan emang peraturannya kalau dah ketemu yah pegang tangan
Gue : Tapi gue ngerasa ada yang beda gitu..
Nico : Ntar deh gue tanyain JN
Gue : Jangan bego
Nico : Wakakakakaka!

Gue gak ngerti kenapa saat pembina osis sedang berbicara di tengah-tengah lingkaran. Tatapan JN selalu mengarah ke arah wajah gue. Gue juga ngeladenin tatapannya. Tapi menurut gue tatapannya rada beda dari tatapan biasa. Apa karena gue dan dia saling pegangan tangan? Dari awal gue tau itu pegangan tangan hawanya beda banget dari pegangan tangan biasa. Sesekali dia sedikit malu melihat wajah gue. Saat gue melihat ke sisi lain. Dia mencoba langsung mencuri pandangan ke arah gue. Gue gak ngerti apa maksudnya ini?
1 comments

Kisah Cinta #5

Pembina Osis : Kepada semua anggota osis, di harap untuk berkumpul di lantai satu
Gue : Cepet nic dah di panggil
Nico : Iye iye bentar make sendal dulu
Acara pertama LDKS di mulai. Gue udah ngeliat JN dan Ilham masuk berduaan ke pondok jingkruk. Sial, rencana pertama gagal. "Harus pake rencana apa lagi?" "Apa harus gue tembak si JN sekarang?"

Gue : Nic, gmana kalau gue nembak si JN sekarang?
Nico : Gile u, u baru pertama kali kenal juga
Gue : Tapi gue gak tahan lagi
Nico : Ntar kalau di tolak gmana? Udeh dengerin gue aja. Deketin dulu.... Sabar aja
Gue : Iya deh

Pembina Osis : Oke semuanya sudah datang? Kalau begitu acara akan saya buka. Udah pada siap pidatonya?
Semua anggota osis : Hah? Pidato??? Kapan ada yang ngomong kalau kita di suruh bikin pidato?
Pembina Osis : Hah? belum ngomong?
Semua anggota osis : Iya 
Pembina Osis : Oke, sekarang kalian semua bikin pidato. Temanya sesuai dengan departemen masing-masing. Waktunya 20 menit ya.

Gile nih pembina osis, dia ternyata lupa ngasih tau kalau setiap departemen harus bawain satu pidato. Yah, jadinya sekarang perdepartemen bikin lingkaran masing-masing. Kalau departemen gue, bikin pidato temanya tentang pendidikan.
JN : gmana nih? kasih ide buat salam pembuka
Ilham : Hmm apa ya?
Gue : Gmana kalau, kepada  bapak dan ibu guru yang saya hormati dan teman-teman yang saya cintai, selamat pagi.
JN : Wah boleh tuh..
Nico : Iye itu aja, bagus
Befi : Sep dah, udah cepet-cepet langsung ke isi aja. Kalau penutup serahin ke gue aja
JN : Oke bef, habis selesai bikin pidato yang mau maju siapa?
Nico : Ilham aja
Ilham : Jangan gue, Andy aje
Befi : Jangan Andy, u aja Ilham
Gue : Iye u aja Ilham
Ilham : Hmmm gimana ya?
JN : Kamu aja Ilham...
Ilham : Oke deh...
Pembina Osis : Oke salah satu wakil dari departemen pendidikan, silahkan maju membawakan pidato.

Ilham : Kepada.. eh... guru.. eh bapak dan ibu guru yang saya cin.. eeh
Pembina Osis : Ilham kamu kenapa!? Kok gagap gagap gitu? Kamu ini kebanyakan makan tempe oncom  jadi kek gitu.
Semua anggota osis : WAKAKAKAKA!!

Anjrit gue ngakak banget saat itu. Bisa di bilang ketawa gue paling keras. Sebelumya Ilham sempet nyuruh gue untuk maju membawakan pidato. Metode yang Ilham gunakan untuk membawakan pidato adalah menggunakan naskah. Nah, gue nolak karena Befi yang nulis pidatonya. Befi dah terkenal dengan tulisannya yang amburegul. Jadi deh Ilham gagap-gagap gitu, untung Nico juga ngerti maksud gue. Nico langsung bilang "Ilham aja". Dia dah ngerti apa yang ada di pikiran gue. Gak tau dah perasaan Ilham waktu itu.

Sesi pembuka dan pidato dah selesai, sekarang main game. Gamenya mengutamakan kekompakan setiap departemen. Nah setiap departemen di berikan satu kertas hvs. Nah setiap orang dalam depertemen harus membuat satu garis, dan orang yang lain akan menyambung garis tersebut. Satu orang hanya boleh membuat satu penghubung.
Gue : Nic, gue boleh tukeran sama lu
Nico : Napa ?
Gue : Gue rada ga enak di sini.
Nico : Oh oke
Nico kayaknya udah tau apa yang gue maksud, jadi dia mau bertukar tempat dengan gue. Yah, biar deket sama JN.

Yang membuat garisan pertama adalah Ilham lalu Nico sambung, lalu ke gue, JN, dan Befi. Awalnya garisan yang kami buat berbentuk rumah dengan gunung di atas. Kayak gambar anak-anak TK dulu. Lalu Befi menarik garis di atas rumah tersebut seolah-olah berbentuk cerobong. Namun gue gak ngerti sama pikirannya Ilham. Tiba-tiba dia garis di cerobong tersebut jadi seolah-olah membentuk antena. Nah Nico malah nyambung lagi dan lama-lama jadi satelit.
Pembina Osis : Oke waktu tinggal 10, 9, 8, 7 .....
Nico : Udahan dah, gue rada males narik lagi
Gue & Ilham : Gaa!!

Gue dan Ilham udah kayak perang dingin. Saat waktu tinggal 6 detik, yang lain udah pada berhenti garis-garis. Gue dan Ilham nerusin garisan tersebut. Kecepatan narik garis gue dan Ilham lumayan kenceng. Garis, garis, dan garis terus. Lama-lama bentuknya yang sebelumnya rumah jadi kayak robot yang kepalanya kayak antena serangga. Terus yang tadinya gunung di belakang rumah jadi kayak roket rubut tersebut.
Pembina Osis : Oke udah stop, masing-masing departemen maju dan deskripsikan hasil gambarnya. Di mulai dari departemen pertama, departemen pendidikan.

Nico : Oke kami dari departemen pendidikan. Kami akan menjelaskan hasil gambar yang kami buat. Ehh...
Nico seketika bingung ngeliat hasil gambar departemen kami. Dia bingung mau ngomong apaan yang tadinya dia pikir rumah jadi kayak robot-robot gitu. Untung ada Befi yang bisa bantuin Nico
Nico : Jadi ini robot yang mempunyai roket. Tapi...
Befi : Iya simbol dari roket ini bermakna bahwa seseorang yang mempunyai impian dan cita-cita yang besar. Serta merupakan kekuatan kita untuk terbang tinggi menggapai impian. Serta pedang yang ada di gambar ini menandakan kekuatan kita dalam menghadapi berbagai cobaan.
Gue & Ilham & JN & Nico : Iya iya begitu..
Semua anggota osis : Woahh keren !!! prok prok prok

Gue : Gile nic, untung ada gue yang bikin gambar roketnya
Ilham : Halah yang mulai narik garis roketnya kan gue..
Gue : Pala lo
Nico : Halah hampir gue malu sendiri di depan
Befi : Hahaha untung ada gue lohhh nic..
Nico : Iya makasih ya
JN : Hahaha Andy sama Ilham orangnya lucu yaa..
Gue & Ilham : Hehehehehe
0 comments

Kisah Cinta #4

Gue : Ilham, ngomong-ngomong acara LDKS yang pertama apa?
Nico : Gue ngak tau, tapi kayaknya salam pembuka dari pembina osis deh.
Gue : Oh gitu, kira-kira berapa jam?
Nico : Kayaknya dua jam an
Gue : Oke dah, inget ye rencana yang dah kita susun. 
Nico  : Sep

Gue dan Nico sebelumnya sudah merencanakan strategi untuk membuat gue semakin lebih deket dengan JN. Sebenarnya sebelumnya gue udah banyak nentuin strategi namun semuanya di buang sama si Nico. Yah terpaksa pake strategi punyanya Nico. Strategi nya cukup simple, intinya adalah menjauhkan jarak antara JN dan Ilham.

Saat JN dan Ilham sedang melakukan suatu percakapan. Nico pun melaksanakan tugasnya.
Nico : Ilham, main bola yuk. Gue bawa bola takraw nih dari sekolah.
Ilham : Gile kenapa u gak cerita dari tadi? Udeh cepet ayo main
Saatnya gue beraksi
Gue : JN, kamu suka jeruk ga?
JN : Suka kok kenapa?
Gue : Nih tadi aku ngambil jeruk di dapur, cuman aku kekeyangan. Nih buat kamu. Yah biar kamu cepet sembuh aja
JN : Kamu baik banget
Gue : hehe biasa aja, kan kita satu departemen. Intinya kita harus saling membantu.
JN : Hebat, kecil-kecil kamu udah tau banyak.

Hah? Kecil-kecil? Haiz, tapi gapapa dah biar dia senang aja. Setelah percakapan tersebut, gue langsung duduk di samping JN. Aduh rasanya gemeter-gemeter kayak tremor. Tapi kesenangan gue berubah kembali karena si Ilham. Why Always Ilham?
JN : Wuih, liatin deh si Ilham main bola jago banget ya
Gue : Iya jago banget, gue jagi kagum sama skill dia
JN : Kamu bisa main bola futsal?
Gue : Bisa-bisa dikit sih
JN : Oh cuman dikit hahaha
Gue : Iya hahaha.
Ilham : Woy ndy maen gak?
Gue : Ayo!

Waduh nih Ilham kayaknya cemburu kalau gue deket-deket JN. Saatnya ajang pamer skill nih. Momennya lagi enak nih, gue se team sama Nico.
Gue : Nic, u jadi bek aja. Gue striker
Nico : Iye gue tau maksud u apa
Gue : Iye iye

Gue akhirnya jadi striker. Gue ngeluarin semua skill-skill yang sebelumnya dah gue pelajarin. Bisa di bilang skill gabungan antara neymar, cristiano ronaldo, messi, bampang pamungkas biar ada rasa Indonesianya. Hmm, lawan gue Ilham sama Tono.
Gue : Mulai gak nih?
Tono : Bola siapa? Pilih gawang atau bola?
Gue : Bola
Ilham : Udah cepet mulai

Gaya juga nih anak. Kick off!! Prit!!! Gue langsung tendang ke arah gawang yang di bentuk dari sendal Tono. Goal!
Gue : Yes !
Nico : Nice ndy
Gue ngeliat reaksi wajah JN dan ternyata dia senyum-senyum ke arah gue. Sep dah, pandangannya ternyata tertuju pada gue. Gue jadi makin semangat untuk mencetakkan goal demi goal. Gue dan Ilham saling beradu skill dan goal.

Gue : Nico, jaga gawang yang bener
Nico : Iye iye u juga cetak goal yang banyak
Gue : Tenang Nic, lempar bolanya ke gue cepet
Nico : Nih ambil
PLAK!!!!! Argh...
Nico : Haizzz
Ilham & Tono : Hahahaha makanya hati-hati ndy

Aduh apes banget, ternyata gue kesandung selang yang berada di tengah-tengah area kebun tersebut. Tukang kebun pondok jingkruk lagi nyiremin tanaman. Gue gak ngeliat selangnya, gue cuman fokus ke bola sama JN. Malu banget gue, mau taro dimana muka gue. Udah JN ketawa-ketawa di atas. Berdarah pula.

Nico : Woy, ndy kaki u berdarah. Cepet gih ambil betadine.
Gue : Iye, u bantuin gue berdiri napa
Nico : Sabar napa!!??
Ilham : U gapapa ndy?
Gue : Iya biasa aja, resiko kalau ngeluarin skill yang keren
Ilham : Ooh hahaha
Tono : Halah lu ndy...

Gue berharap JN cemas dengan keadaan gue. Gue berhadap dia akan berkata " Kamu gapapa ndy, sini aku olesin betadine ". Saat gue naik ke tangga pondok jingkruk, JN udah memperlihatkan reaksi cemas dan berjalan ke arah gue. Tiba-tiba Vincent A.K.A Garuk-garuk pantat boy datang. Dia tiba-tiba megang pantat gue sambil di garuk-garuk.
Gue : Ape dah lo?
Vincent : Lo gapapa kan?
Gue : Tangan lo woy!
Vincent : Sorry dah cuman bercanda
Gue : Napsu atau bercanda
Vincent : Mana betadinenya sini gue obatin
Gue : Gak perlu!!
Vincent : Halah lo ntar juga nangis
Gue : Udah lah sehari ini aja u jangan ganggu gue

Setelah itu Vincent pergi dan ternyata si JN udah di ajak sama Ilham ke arah kebun untuk melihat bunga. Gile ini semua gara-gara Vincent. Aduh, gue ga ngerti apa yang Vincent mau dari gue. Pantat gue kah yang dia mau? Apakah dia gak punya pantat?
Gue : Nic
Nico : apa?
Gue : Vincent punya pantat ga sih?
Nico : Punya
Gue : oh
Jumat, 21 November 2014 2 comments

Kisah Cinta #3

Pembina osis udah menyuruh semua anggota osis termasuk gue untuk berkumpul di lapangan. Setiap departemen di suruh untuk membuat lingkaran. Yah, biasa biar mempermudah dalam mengabsen. 
Pembina osis : Nico
Nico : Hadir
Pembina Osis : Andy
Gue : Hadir
Pembina Osis : Befi
Befi : Hadir
Pembina Osis : JN

Wew? Ngomong-ngomong JN kemana yah? Gue baru sadar ternyata gak ada bau-bau JN di dalam lingkaran gue. Semua kebingungan dan berteriak "JN dimana?".
JN : Hadir.. maaf bu saya tadi habis dari toilet
Pembina Osis : Oh lain kali jangan di ulangi yah
JN : Iya bu

Fiuh ternyata JN ada di toilet. Gue kira dia di culik perampok lalu pengen di mutilasi kayak di film. Tapi kalau di pikir-pikir, gue juga berharap JN di culik perampok. Biar ntar gue pura-pura lari nolongin dia, terus gue tinju pakai 1000 pukulan tai chi. Back to the topic , setelah guru mengabsen seluruh anggota osis. Pembina osis menginstruksikan kita semua untuk masuk ke dalam bus. Model busnya kayak bus tentara.

Suasana di dalam bus cukup pengap. Ngak ada AC di dalam. Gue pikir mungkin ini latihan pertama yang di ujikan pembina osis terhadap kita. Biar di uji mentalnya, tahan gak sama panas tanpa AC. Yah, biar melatih kita gak manja-manja kayak waktu SD dulu. Namun untung cuaca saat itu sedang mendung dan gue duduk di dekat jendela. Jendela di dalam bus cuman ada di bagian belakang. Gue duduk di bagian belakang dan iseng-iseng buka dikit jendelanya. Pembina osisnya tidur.

Gue lihat-lihat ke depan, JN keliatan kepanasan. Awalnya gue pengen menawarkan untuk pindah tempat duduk dengannya. Kasihan cewek secantik dia harus kepanasan. *Stop Gombal*. Yah, niat gue untuk pindah tempatnya gagal di rencanakan. Soalnya pembina osis duduk di tengah-tengah bus. Sedangkan JN duduk di depan, jadi gue harus melangkahi pembina osis dulu. Kalau pembina osis tahu, bisa amburegul gue.

Perjalanan dari sekolah menuju pondok jungkrik memakan waktu sekitar dua jam. "Gila dia kepanasan di depan sampai dua jam". Yang bikin gue bingung, si JN selalu mengenakan jaket berwarna pink. Dia gak melepaskan jaket tersebut meskipun di depan suhunya panas. Gue salut sama si JN. Udah cantik, imut, gak manja lagi. Aduh gurih-gurih nyoii dah.

Akhirnya sampai !! gue langsung memerhatikan raut wajah JN. Yap, tepat dugaan gue. Dia sangat kepanasan di dalam bus. Kelihatan dari warna kulit wajahna yang merah dan jaket  belakangnya basah.
Gue : JN
JN : Iya?
Gue : Kamu gak lepasin jaketnya?
JN : Gak sekarang kan udah di luar bus, jadi hawanya dingin. Kebetulan kan lagi mendung
Gue : Meskipun mendung kalau paket jaket kan panas
JN : Udah gapapa
Gue : .....

Gila nih cewe! gue gak ngerti apa yang ada di pikirannya. Sejenak gue berpikir "Kenapa dia gak mau lepasin jaketnya?". Ah masa bodo dah. Gue langsung masuk ke dalam pondok jingkruk. Langsung senderan di teras pondoknya. Aduh seger banget. PLAKK!!!
JN : Aduh...
Gue : EH! JN !!

Gue langsung berlari ke arah JN jatuh. Apesnya, Ilham duluan yang nyampe di lokasi kejadian. Dia langsung nolongin si JN dengan menggunakan kata-kata yang menurut gue sangat menjijikan.
Ilham : Kamu gapapa kan JN?
JN : iya gapapa
Ilham : Sini aku bantu berdiri
JN : iya makasih ya *sambil kasih senyum*

Saat itu gue rada cemburu. Gue langsung tendang batu krikil yang ada di depan teras. Gue kembali duduk dan tanpa sengaja kembali melihat adegan yang cukup menjijikan bagi gue. Yap, Ilham ternyata mengoleskan betadine ke arah lutut JN yang terluka. Darah yang bercucuran lumayan banyak. Raut wajah JN menunjukan rasa kesakitan. Gue pengen dateng dan nanya-nanyain keadaan JN. Tapi udah keburu Ilham duluan. Menurut informasi yang gue dapat, ternyata Ilham juga punya rasa sama si JN. Gue dapat informasi tersebut dari Nico.
Gue : Anjrit tuh anak!
Nico : Siape ndy?
Gue : Tuh yang lagi megang betadine!
Nico : Oh Ilham, jiah elah sekarang ternyata ada dua orang yang suka sama JN
Gue : Maksudnya?
Nico : U gak tau?
Gue : Apaan?
Nico : Si Ilham udah suka sama JN sejak satu tahun yang lalu
Gue : Hah? U napa gak kasih tau ke gue dari dulu!!!!????
Nico : Mana gue tau lah..

Dari percakapan tersebut gue tau si Ilham udah suka sama JN sejak satu tahun yang lalu. Gue baru suka sama JN baru-baru ini. Kesimpulan yang gue dapat Ilham suka melancarkan pendekatan kepada JN sejak satu tahun lalu. Gue kalah cepet nih. Harus gue salip!!!
Gue : Nic!
Nico : ape?
Gue : U mau bantuin gue ngak buat ngedeketin gue sama JN?
Nico : Lah? kasihan si Ilham. Dia akan temen baik kita.
Gue : Halah, selama dia deketin JN. Dia bukan temen baik kita. Please tolong bantuin gue, u tau kan perasan gue.
Nico : Iye sih, si Ilham juga rada cuekkin gue semenjak suka sama JN.
Gue : Nah kita punya rasa yang sama nih. Lebih baik kita kerja sama
Nico : Sep dah, apa imbalannya?
Gue : Pala lo imbalan, udah bantuin gue aja
Nico : Oke

Semenjak kejadian itu lah, gue sama Nico jadi semakin lebih deket. Namun kedeketan gue sama Nico bukan mengisyaratkan gue dan Nico adalah seorang maho. Nah, rencana demi rencana dah gue sama Nico siapkan setelah percakapan tersebut. Gue berharap sih si Ilham semakin jauh dengan si JN.
Kamis, 20 November 2014 0 comments

Kisa Cinta #2

Jam berapa sekarang? Gila udah jam 10, lupa mandi sama sarapan. Untung hari ini hari minggu. Mimpi apa yah gue semalem? Serasa gelap gak ada apa-apa. Haiz gue gagal mengatur mimpi. Handphone gue berbunyi, mungkin sms dari JN. Ternyata cuman broadcast iklan. Gue langsung teringat dengan rencana yang kemarin. Ngajak chat lagi dengan dia. Tapi gue bingung mau mulai dari mana.

Akhirnya gue pura-pura bikin broadcast gak jelas dan di kirim ke dia doang. Isi broadcastnya "Guys yang anak futsal angkatan kelas 7 di mohon untuk berkumpul besok di kelas". Gue berharap dengan broadcast tersebut, dia bakal penasaran dengan apa yang akan gue lakukan besok. 30 menit berlalu, dia gak menunjukan respon apa-apa. Mungkin sibuk, yaudah kebetulan temen juga pada ngajakin main futsal.

Selesai main futsal, gue tetep aja berharap mendapat pesan singkat dari dia. Awalnya si pesimis. "Mana mungkin dia kasih pesan singkat". Argh, gue paling cuman di anggap adek kelas doang. Treng!! notif handphone bunyi. YES! kali ini bener pesan dari dia.

JN : Ndy..

Gue : iya??

JN : Lagi sibuk ga?

Gue : Gak, baru selesai main futsal

JN : Ooh main dimana?

Gue : Di tempat itu yang deket situ

JN : Ooh, aku boleh minta bantuan?

Gue : Apa?

JN : Boleh buatin proposal? soalnya komputer di rumah aku lagi rusak

Gue : Oke sep

JN : Gapapa kan? Sorry ngerepotin

Gue : iya gapapa

Gue kira dia pengen ngajak nonton bareng kayak kemarin. Nyatanya cuman di suruh bikin proposal. Kebetulan gue sama dia tergabung dalam satu departemen di osis. "Departemen Pendidikan" . Gue harus bantuan dia karena selain satu kelompok, gue juga ada niat lain. Biar makin deket aja sama dia. Proposalnya gue langsung kebut satu malam.

Besoknya dengan jantung mau copot, gue kasih itu proposal buatan gue ke dia. Dia agak senyum-senyum dikit, ntah kenapa dia tersenyum di hadapan gue. Dalam hati "Senyumanmu Seakan Mengajak Berumah Tangga". Akhirnya semua anggota osis di kumpul dalam satu ruangan. Ada dua orang temen gue yang udah tau kalau gue suka samasi JN. Yah, mereka berdua juga sama sama anggota osis namun satu sama lain saling beda departemen.Sebut saja Tono dan Budi. Sedikit info, sebelum hari H. Semua anggota osis sudah di beri info untuk berkumpul di dalam kelas yang di tentukan

Banyak bangku kosong di belakang, namun gue langsung sigap milih bangku tepat di belakang dia. Seneng rasanya, kesempatan ini gak bakal terulang untuk kedua kalinya. Dua orang temen gue senyum-senyum sendiri di belakang.

Gue : Ssst jangan senyum-senyum!

Tono & Budi : Iye wkwkw

Gue : Jaga rahasia jangan sampe ketahuan!

 Sekedar info dua orang temen gue sama-sama cowo tapi bukan maho.

Setelah semua anggota berkumpul dalam satu kelas. Ketua osis membuka dengan mengucapkan salam dan berterima kasih atas kehadiran kami semua. Langsung pembina osis maju dan berkata : "Hari jumat dan sabtu, kami semua guru sudah sepakat untuk mengadakan LDKS di hari tersebut. LDKS itu kayak program pelatihan osis biar makin profesional kerjanya. YES! LDKS nginep dua hari satu malam di cibubur. Bisa tidur satu ranjang sama dia. *Ngawur*

Setelah pengumuan dari pembina osis tersebut. Gue sempet ngeliat reaksi wajah JN. Reaksi wajahnya gak menunjukan rasa bahagia atau rasa kecewa. Datar-datar aja, mungkin menurut dia biasa aja. Gak merugikan dan gak menguntungkan. Yah bagi gue program LDKS sangat menguntungkan untuk bisa lebih deket sama dia.  Harapannya sih saat malam-malam gue ngajak sms dia lewat hp di sana dan seketika harapan tersebut hancur.

Pembina Osis : Dalam program LDKS kali ini, anggota osis di larang untuk membawa handphone, gadget, dan sejenisnya sepanjang program di jalankan.

Semua anggota osis : Yahh.......

Yah... kayaknya gue paling keras teriaknya. Saking keselnya, plan A yang dah gue susun 1 menit tadi hancur lebur dalam 2 detik. Yah mau gimana lagi, kebetulan departemen gue berisi 3 cowo termasuk gue, ilham sama nico dan 2 cewe yakni befy dan JN. Gue lebih deket sama anggota yang cowo, lebih nyambung karena sama-sama cowo. Sama-sama suka futsal, main game, yah intinya gue dan mereka punya ketertarikan yang sama.

Pembina osis langsung menanyakan program-program yang sudah di rencanakan oleh setiap departemen. Yah, rata-rata belum pada bikin rencana apa-apa. Soalnya komunikasinya masih belum jelas semuanya. JN tiba-tiba menyodorkan sebuah buku rancangan departemen pendidikan tahun lalu. Buletin tepatnya, lumayan oke lah menurut gue. Tapi rada kuno dan terkesan monoton. Gue dah sering liat buletin jenis kayak gitu.

JN : Gimana buletinya bagus ga?

Befi : Bagus kok

Gue : Iya bagus banget.. *terpaksa*

Befi : Gimana tuh cara bikinnya?

JN : Yah begini begitu bla bla bla

Gue gak fokus sama jawaban-jawaban yang dia keluarkan. Gue bengong ngeliatin mukanya selama 5 menitan lebih. Dia juga gak nyadar kalau gue liatin

JN : Lalu proses editing buletinnya akan bla bla bla. Kalian udah ngerti?

Befi: iya hebat banget

Gue nganguk-nganguk doang. Sebenarnya proses pembuatan buletinnya gue bisa semua dan menurut gue terkesan biasa-biasa aja. Befi aja yang  rada katrok. *Emosi*. Kenapa gue emosi? Yah Befi berada di tengah-tengah gue dan dia. Jadi berasa keganggu aja atas kehadirannya.

JN : Salah satu di antara kalian ada yang punya ide atau usul?

Ilham : Harusnya buletinnya di kasih kreasi pose cewek

Gue dan Nico : Wakakakakak!!

JN : Serius ih

Befi : gmana kalau warnanya di buat lebih cerah, warna buletin tahun lalu terkesan tua dan monoton

Gue : Iya aku setuju. *Pake aku biar keliatan imut*

JN : Oke, ntar cece pikirin dulu. Kalau kamu ada ide lain?

Gue : Hah aku?

JN : Iya kamu

Gue : Kalau menurut aku, backgroundnya di ubah warnanya. Lalu temanya adalah go green. Pakai warna hijau cerah kombinasi hijau pekat. Selain itu buletin tersebut terkesan tua dan monoton, jadi font yang di pakai harus di ganti biar gak terkesan tua.

JN : Terus?

Gue : Yah, intinya soal warna dan font aja. Sama topik dan jumlah halaman. Menurut aku itu terlalu sedikit

JN : Oh oke.

Wah, kayaknya dia terpukau dengan jawaban gue. "WAW Aku terpukau...". Mungkin hati dia berkata seperti itu. Setelah percakapan tersebut, dia jadi lebih sering senyum ke gue. Waduh, udah ngasih kode nih. *Geer*.

Pembina osis : Oke, persiapkan barang-barang kalian yah sebelum berangkat.

Seluruh anggota osis : Siap bu....

Setelah itu bel berbunyi pulang. Pembina osis menyuruh semua anggota untuk membersihkan sampah-sampah yang berserakan sama bangku-bangku yang di berantakin sama anak-anak cowo. Tapi ntah kenapa si JN gak keluar-keluar juga dari kelas dan ternyata gue baru tau ternyata dia anak kelas 8B dan ruang yang di pakai buat rapat tadi adalah ruang kelas 8B. Gue baru tau setelah iseng-iseng buka lemari dan ngeliat daftar nama anak kelas tersebut. Udah selesai beresin meja dan bangku. Temen gue cowo tiba-tiba resek. Sebut saja Vincent. Gue dah bergaya mau keluar kelas sambil ngasih tatapan artis tiba-tiba dia nyeruduk gue kayak banteng. Lalu garuk-garukin pantat gue bahasa gaulnya di kobel. Gue di dorong sampai nabrak pintu. Malu banget dah, rasanya pengen tampol tuh anak. Yah karena ada JN, emosi gue jadi terkendali. Gue cuman senyum-senyum doang saat itu. Pulangnya dah gue bbm tuh anak. Duh, gak sabar LDKS nanti !!!
Rabu, 19 November 2014 2 comments

Kisah Cinta #1


Ekspetasi
Ini merupakan kisah cinta gue selama 2 tahun. Kisah cinta yang di penuhi jalan tanjak dan aspal yang rusak. Berawal dari suatu pujian, bibit cinta timbul dalam hati gue. Pada waktu itu, gue sedang mengikuti classmeeting yang biasa di adakan setiap akhir tahun setelah ulangan umum. Posisi gue waktu itu sebagai kiper. Banyak yang bilang penyelamatan dan tangkisan terhadap bola gue lumayan oke. Padahal awalnya jadi kiper cuman karena kaki lagi sakit. Back to the topic, karena penyelamatan dan tangkisan yang gemilang tersebut banyak orang yang terpukau. Terutama si JN.

JN selalu tersenyum melihat aksi-aksi penyelamatan yang gue lakukan. Hal itu membuat gue agak sedikit gugup. Yah, pada saat itu gue masih belum ada rasa apa-apa ke dia. Jadi bawaanya santai aja meskipun sedikit gugup. Gugup yang gue alami saat itu 98 % di karenkan banyak orang yang menonton. Kalau 2 % yah karena dia. Akibat lompatan-lompatan gemilang tersebut, kaki dan tangan gue penuh dengan luka. Kebetulan dia di tugaskan oleh ketua osis sebagai panitia medis.

Gue : Ada betadine?

JN : Gak ada

Temen 1 : Ada-ada nih

Gue : Oke

Percakapan gue dan JN sempat di potong oleh salah satu teman yang caper ke gue. Di sela-sela gue mengoleskan betadine, dia berkata

JN : Andy, kiper kamu jago banget tadi.

Gue : Hmmm, biasa aja.

Gue sempat terdiam selama 2 detik karena pernyataan tersebut. Kaget aja, jarang ngobrol tapi di puji kayak gitu. Sama teman yang deket gak pernah di puji. Setelah selesai mengobati luka tersebut, gue kembali ke lapangan dengan penuh semangat. Meskipun penuh semangat, team gue akhirnya kalah karena keputusan wasit yang cukup kontroversial. Satu goal yang berhasil di lesatkan oleh team gue di anulir oleh wasit tanpa ada penjelasan yang jelas. Awalnya sempat emosi tapi mau gmana lagi. Mau protes juga gak bakal di gubris.

Akhirnya gue pulang dengan piala juara tiga. Saat di rumah gue selalu terbayang-bayang dengan pujian tersebut. Kok bisa dia ngomong begitu? Begitulah pertanyaan yang sering keluar. Yah, gue coba cari tahu tentang pin BBM atau nomor contact yang lain. Ternyata dia satu group dengan gue di group osis. Jadi tinggal add aja contact dia lewat group tersebut. Selang dua menit, permintaan pertemanan akhirnya di terima.

Gue : Tes

JN : Ya?

Gue : Yah gapapa cuman ngetes contact

JN : Ooh gitu

Bodohnya gue bingung mau ngomong apa lagi selain kata tes. Makanya di tengah-tengah gue ngomong "Yah gapapa cuman ngetes contact". Gue berencana untuk menanyakan tentang pujian tersebut ke dia. Pada akhirnya gue memutuskan untuk tidak menanyakan hal tersebut ke dia dengan alasan takut di bilang Geer. Selang 20 menit, gue mencoba untuk kembali melakukan percakapan kembali ke dia.

Gue : Lagi Apa?

JN : Lagi Nonton

Gue : Nonton apa?

JN : Nonton bla bla bla

Gue : Ooh haha

Kembali terjadi, gue bingung mau ngomong apa selain "Ooh haha". Namun, melalui percakapan yang sangat singkat tersebut. Gue berhasil tau hal apa yang dia sukai. Ternyata dia suka nonton kartun. Gue agak kaget dia ternyata gak nonton sinetron. Padahal waktu itu jam-jamnya sinetron bertebaran tanpa di undang. Lalu gue mencoba menanyakan hal-hal tentang dia kepada teman-teman dekatnya.

Gue : Broo

Andre : Ape?

Gue : Lu tau dia?

Andre : Si itu?

Gue : iya iya...

Andre : Napa mang?

Gue : Lu tau gak dia suka nonton apa?

Andre : Dia mah sukanya doraemon

Gue : Oh ok thx

Informasi kedua yang gue dapat, ternyata dia suka nonton doraemon. Imut juga nih cewek, sukanya nonton yang lucu-lucu. Sama lucunya kayak dia. *Stop Gombal* . Setelah itu, gue kembali berencana untuk memulai kembali percakapan dengan JN. Namun karena udah mau jam 12 malam, gue membatalkan niat tersebut. Gue berencana untuk memulai percakapannya pagi-pagi biar kesannya segar dan enak aja. Berhubung juga besok hari sabtu, jadi makin enak dah chatnya.

Besok paginya gue terbangun dengan perasaan yang indah. Gue bermimpi dengan JN sedang berada di dalam rumah gue. Sedang ketawa-ketawa bareng di ruang tamu. Di dalam mimpi gue, dia sedang memakai baju berwarna pink serta rambut di gerai. Namun mimpinya kayak film berdurasi 4 detik doang. Cuman ada adegan gue dan dia duduk ketawa-ketawa di ruang tamu. Lalu langsung terbangun dengan perasaan geer. Apakah ini tanda jodoh? Begitulah pertanyaan yang keluar. Yah, mana mungkin orang dia 1 tahun lebih tua dari gue. Awalnya gue pesimis, tapi mendengar banyak cerita lelaki yang  mempunyai wanita lebih tua namun hubungannya langgeng sampai akhir hayat memacu motivasi gue untuk mendekati dia. Gue suka sama dia setelah mimpi tersebut.

Mandi, sarapan, kembali bersandaran di kasur sambil megang hp. Mencoba untuk memulai chat, namun agak ragu karena baru kenal kemarin. Itupun cuman sebatas percakapan yang tidak terlalu dalam secara topik.

Gue : Udh bangun?

JN : Udah kenapa?

Gue : Gpp, lg apa?

JN : Lagi mau sarapan

Gue : Ooh

Aduh momennya gak tepat banget ya. Pengen ngajak chat dengan topik yang mendalam malah dia mau makan. Terpaksa batalin chat di pagi hari tersebut. Alasan utamanya takut ngenganggu sarapan dia aja.

Pada siang dan sorenya gue habiskan untuk bermain game DotA. Pada waktu itu, gue maniak DotA. Tiap hari selalu main DotA. Pada malam harinya setelah selesai bermain, gue kembali berencana memulai percakapan. Gue tentukan pada jam 7 malam untuk memulai percakapan tersebut. Kenapa 7 malam? karena jam 7 malam gue anggap waktu yang cukup ideal untuk chat sama seseorang. Apalagi suasananya sepi, biar makin afdol aja.

Jam 7 malam tiba, gue bersiap-siap untuk  melancarkan skenario chat yang udah di susun secara rapi di otak. Banyak orang yang bilang kalau chat sama gue itu bosan. Karena gue gak pandai mengganti-ganti topik secara cepat. Gak tau deh kalau menurut dia bosan atau gak.

Gue : Hai, udah malem nih

JN : Iya nih, kenapa?

Gue : Lg apa?

JN : Nonton

Gue : Nonton apa?

JN : Nonton itu yang lagi di tanyangin di channel ini blablabla

Gue : Oke coba aku buka dulu channelnya

JN : iya

Akhirnya gue dan dia nonton bersama namun terpisah oleh ruang dan waktu. Orang-orang nonton di bioskop sama pasangannya. Gue dan dia nonton kartun beda rumah. Yah gapapa dah tetep aja namanya nonton bareng. Gak ada tuh yang namanya "nonton pisah bareng". Kebetulan itu kartun lumayan menarik, jadi gue tonton sama dia deh. Setiap adegan yang lucu kita selalu perbicangin di chat. Ketika angsanya terbang melewati gedung.

Gue : Itu angsa keren amat yah

JN : Iya hahaha

Gue : Yang bikin aku bingung, ada angsa yang bisa terbang setinggi itu?

JN :  Kamu lucu, itu kan cuman film

Aduh di bilang lucu sama JN. Belum pernah ada teman cewe atau cowo yang ngomong "lucu" ke gue. Kalau cowo sih gue gak terlalu harap-harapin amat. Takutnya dia ternyata kena virus homo. Hati gue saat itu senang banget. Rasanya udah kayak gado-gado. Gue chat sama dia selama empat jam lebih. Lumayan lama lah, gue chat sama cowo aja cuman dua menit selesai. Setelah selesai menonton, dia katanya mau tidur.

JN : Eh udahan dulu ya, aku mau tidur

Gue : Iya tidur aja

JN : Nite :)

Gue : Nite too :)

Waduh, tiba-tiba dia ngomong nite. Lalu pakai simbol smile. Kesimpulan yang gue dapat pada saat itu adalah dia cukup senang gue temenin saat nonton. Gue juga lumayan ngantuk saat itu. Jadi gue memutuskan untuk langsung tidur. Sambil berharap mimpi dengan dia terulang kembali. Gue sempat baca suatu artikel bahwa mimpi bisa di kendalikan. Nah, sejak saat itu gue belajar untuk  mengendalikan mimpi. Gak tau deh besoknya berhasil atau ngakk.
Minggu, 16 November 2014 4 comments

Reaksi - Reaksi Seseorang Ketika Memenangkan Suatu Perlombaan

Ilustrasi
Ketika memenangkan suatu lomba, pasti rasanya seneng banget. Gak ada kata - kata yang bisa kita ucapkan kecuali kata bangga. Udah rasanya bangga aja. Banyak sekali orang yang sangat mengidam-idamkan kata juara di nobatkan kepada dirinya. Khususnya bagi orang yang gak pernah juara. Pasti rasanya pengen banget juara. Nah ketika label juara di nobatkan kepada orang tersebut. Balik lagi, sedikit sekali kata yang bisa di ucapkan. Setiap kata - kata yang di keluarkan juga di barengi oleh reaksi - reaksi. Nah, berikut reaksi - reaksi yang mungkin bakal di keluarin seseorang ketika memenangkan suatu perlombaan versi gue ya haha.

Reaksi Girang
Ketika pengumuman perlombaan sebentar lagi akan di bacakan. Jantung orang ini akan berdegub sangat kencang. Getaran jantungnya seakan akan sedang terkena tremor 7 tahun. Bahkan getaran yang di keluarkan oleh orang ini melebihi getaran mesin motor pembalap yang sedang berpacu kencang. Keringat bercucuran dari rambut ke kaki.
A : Juara lomba terjones se Indonesia jatuh kepada betty!!!
B : AW AW AW *lari - lari* YES YES YES *teriak teriak*
Rasanya udah ngefly aja dah. Bingung mau ngelakuin apa aja selain teriak dan lari - lari. Saat itu juga orang ini sekejap akan berubah menjadi orang yang tidak pernah kenal  malu se dunia. Yah namanya juga bangga, mau di apain lagi.

Reaksi Gila
Nah reaksi gila bisa di bilang 1 level di atas reaksi girang. Reaksi gila cenderung agak mirip - mirip dengan reaksi girang. Yang membedakan adalah reaksi yang di keluarkan. Sesuai dengan judulnya, REAKSI GILA. Yah, reaksinya bener - bener gila, gak terkendali, dan frontal. Dia bisa saja membanting semua bangku, meja, dan semua barang tempat di bacakan pengumuman pemenang perlombaan tersebut. Ini yang bisa di sebut overbangga. Bangga yang sangat berlebihan. Tak jarang orang ini sering di cap sebagai orang yang sombong bahkan lebih parahnya adalah orang gila.

Reaksi Biasa Aja
Ketika pengumuman perlombaan akan di bacakan, orang ini tidak menunjukan respon apa-apa. Jantung orang ini terkesan normal. Tidak menunjukan gejala-gejala tremor seperti si reaksi girang. Mukanya cukup datar. Tidak ada keringat yang jatuh dari atas rambut ke bawah kaki. Semua terkesan normal-normal aja. Orang ini seperti tidak sedang menunggu apa-apa.
A : Juara pemenang lomba tahun ini adalah Budi!!!
C : Woyy Budi!! Lo juara
B : Oh gue juara? Oke
Begitulah mungkin percakapan yang bisa di deskripsikan kepada sosok reaksi biasa aja. Mungkin orang ini sebelumnya sudah sering mengecap label juara atua jangan - jangan orang ini emang gak niat juara.

Reaksi Cengo
Ketika pengumuman perlombaan akan segera di bacakan. Orang ini cukup pesimis dalam menghadapi lomba tersebut. "Ah pasti gue kalah" . Begitulah kalimat yang sering di keluarkan oleh tipe reaksi cengo. Bawaannya pesimis, gak percaya diri, dan gak ada mental juara.
A : Juara lomba mading tahun ini adalah....... Bradley!!!!!!
B : Hah? *Muka Cengo*
A : Bradley di persilahkan maju ke depan
B : Bener gue? *Muka Cengo*
A : Kamfret gue ambil nih pialanya
B : Hah?? *Muka Cengo*
Saat sudah sampai di atas panggung dan mengambil pialanya. Biasanya kalimat ucapan terima kasih yang biasa dia keluarkan adalah "Gue Gak Percaya".

Reaksi Sujud Syukur
Nah, reaksi sujud syukur. Lo pernah liat selebrasi Evan Dimas CS saat ngegolin ke gawang lawan. Yap, selebrasi yang di keluarkan adalah sujud syukur. Orang ini ketika namanya di umumkan sebagai juara dalam suatu perlombaan. Dia langsung akan sujud syukur di atas muka bumi ini. Orang - orang yang lain pun akan terharu dan seketika akan bertepuk tangan dengan kencang. Biasanya orang ini mempunyai karakter yang bijaksana.

Reaksi Malu
Ini nih reaksi yang rata-rata di miliki oleh semua orang. Ketika pengumuman akan di bacakan. Orang ini udah senyum-senyum sendiri dan saat namanya di nobatkan sebagai juara. Muka orang ini akan memerah layaknya kulit tomat yang di kasih pestisida. Sangat merah dan bawaanya adalah senyum. Rata-rata tipe yang kayak gini itu Jaim alias jaga image. Gak tau artinya? Cari di google. Padahal dalam hatinya udah ngefly terbang-terbang ke langit.

Sekian reaksi reaksi seseorang ketika memenangkan suatu lomba versi gue. Pada intinya kalau kita memenangkan suatu lomba pasti adalah bangga. Gak ada orang yang gak bangga dengan suatu prestasi yang dia capai. Kalau prestasi yang ia capai melalui jalan busuk itu lain lagi. Yang harus di ingat adalah jangan cepat-cepat sombong. Tetap berendah hati karena di atas langit masih ada langit.  

Artikel ini sempet gue post ke kaskus dengan berbagai perubahan :)
Reaksi - Reaksi Seseorang Ketika Memenangkan Suatu Perlombaan
Sabtu, 15 November 2014 8 comments

Tipe Tipe Orang Kalau Lagi Chatting

Chatting pada zaman sekarang menjadi kebutuhan hidup ke 4 setelah sandang, pangan, papan. Tanpa ada chatting rasanya kayak sayur tanpa garam & bulan tanpa bumi. Banyak sekali orang - orang di muka bumi ini yang mempunyai karakteristik tersendiri dalam melakukan kegiatan chattingnya. Cewe sama cowo gak ada bedanya dalam dunia perchattingan. Yang membedakan adalah jumlah temannya aja. Menurut survey yang gue lakuin selama 2 tahun jumlah friends cewe lebih banyak ketimbang punya cowo. Hmm, manusia. Di ciptakan dengan keanekaragaman sifat, sikap, dan karakternya. Begitupun juga manusia dalam dunia perchattingan. Beraneka ragam bray. Ada yang suka pamer emoticon, ada yang suka pamer itu lah. Berikut tipe tipe orang kalau lagi chatting.

Chatting


Tipe Pamer Emoticon
Tipe yang ini ketika sedang chatting. Dia akan memaerkan emoticon terbarunya. Biasanya emoticon yang dia dapat berasal dari suatu games. Ah, jangan sebut merk di sini. Jadi tipe yang satu ini setiap mengeluarkan beberapa kata atau kalimat pasti selalu di barengi dengan gambar emoticon. Emoticon barbie, superman, dan betty sekalipun. Yang pakai emoticon betty biasanya sudah terinfeksi virus homo.

Tipe Capslock 
Ketika sedang chatting. Dia akan selalu mengeluarkan kalimat - kalimat nya dengan menggunakan capslock. Ntah gerangan apa yang sedang menimpa tipe ini. Jarang sekali kita menemukan kata yang menggunakan size normal di setiap huruf - hurufnya. Biasanya tipe capslock rata - rata menderita yang namanya rabun huruf. Jadi dia sengaja untuk memperbesar huruf - huruf yang ia gunakan untuk membuat kalimat.

Tipe Pemarah
Ntah mengapa setiap chat dengan orang ini bawaannya akan selalu marah. Setiap kalimat yang ia keluarkan selalu di barengi emosi yang cukup besar. Melebihi kekuatan kamekameha ala son goku atau rasengan shuriken ala naruto. Ketika kita menanyakan apa yang sebenarnya terjadi padanya. Seketika dia akan memarahi ketika dengan font huruf yang sangat besar. Sampai setiap huruf per huruf harus di sroll down satu satu.

Tipe Tanya
Nah, kalau ini jika kita chat dengan orang ini dia akan selalu bertanya. Apapun kalimat yang kita keluarkan, pada akhirnya akan di tutup dengan sebuah pertanyaan. Gerangan apakah yang terjadi pada orang ini. Dikit-dikit nanya, sampai - sampai orang yang meladeni sampai habis batas kesabarannya.
A : Bro gue kemarin baru bikin website
B : Website itu apa?
A : Kalau lo buka suatu link di web addres, itu namanya website
B : Cara buatnya?
A : Yah tinggal daftar di salah satu provider lalu bla bla bla
B : Kalau udah buat?
A : Yah isi dengan apa yang lo suka
B : Cara isinya?
A : Kamfret

Tipe Bales Lama 
Ketika kita ingin menanyakan atau sekedar ingin chat dengan orang ini. Orang ini akan membalas chat kita dalam tempo 1 jam sekali. Ntah pekerjaan apa yang sedang orang ini kerjakan. Biasanya orang yang termasuk tipe bales lama adalah seorang gamer, suka tidur, emang dasarnya males. Banyak orang yang gak suka sama tipe yang satu ini. Biasanya orang ini akan mengeluarkan jurus alibinya yakni "Ketiduran gue".

Tipe Bales Cepet
Nah kalau tipe ini merupakan kebalikan dari tipe bales lama. Kecepatan orang ini membalas chat orang setara dengan kecepatan cahaya atau bahkan melebihi kecepatan cahaya.
A : Bro, PR buat hari senin apa?
B : Sejarah hal 120 bab B *dalam satu detik*
A : Gile lu cepet amat
B : Biasa * dalam 0,5 detik *
A : Wew, u pake app apa bisa secepat itu
B : Pake tangan doang *dalam 0,1 detik*

Tipe Cabe Cabean
Ketika kita sedang chat dengan orang ini. Dia akan selalu menghubung - hubungkan topik yang kita buat dengan kata cabe.
A : Bro kemarin barca menang 2 - 1
B : Hah?
A : Barca menang kemarin
B : Cabe barca berapa?

Tipe Gak Jelas
Kalau kita chat dengan orang ini bawaanya akan selalu gak jelas. Di tanya ini malah jawabnya yang itu. Topiknya ke sini, dia malah bahas topik ke sana. Bawaanya ngalor ngidul. Biasanya orang ini temannya dikit karena ketidak jelasannya tersebut. Sungguh ironi di atas ironi. 
Jumat, 14 November 2014 3 comments

Juara 1 Story Telling

Ketika juara 1 story telling. Rasanya jatuh dari gunung, lalu terjun ke laut di temenin sama 2 ekor paus. Lalu pesta BBQ di pulai terpencil bersama para kera kera dengan suara khasnya. Itu lah kata - kata yang bisa gue ungkapin sekarang. Perasaan gue seneng banget ketika nama gue ternyata di pilih menjadi juara 1 lomba storry telling

Lomba story telling ini di laksanakan oleh OSIS sekolah gue dalam rangka hari bulan bahasa. Namun sempat di undur dan temanya pun di ganti menjadi hari pahlawan. Selain story telling, sebenarnya banyak lomba lain yang juga menarik tapi gak membuat gue tertarik. Awalnya semua lomba tersebut sama sekali gak membuat gue tertarik. Bahkan, gue ikut lomba story telling karena di paksa oleh guru.

Gue gak mau ikut story telling karena malu. Setiap gue maju dan tampil di depan publik. Serasa nge blank otak gue. Gak tau mau ngomong apaan. Jadi bawaanya kayak orang bodoh tampil di hadapan orang yang mengharapkan penampilan yang baik. Namun ntah kenapa tadi gue dapat membawakan storry telling tersebut tanpa rasa ragu maupun gugup. Kayaknya di kasih kekuatan doa sama doi :). Hahaha ngarep.

Setelah gue telusuri ternyata orang tua gue adalah orang pertama yang memberikan kekuatan doa tersebut kepada gue. Rasanya terharu sekali dengan orang tua gue. Selain itu kekuatan doa juga di salurkan oleh teman - teman angkatan. Kalau si doi belum tau deh. Kayaknya dia gak tau kalau gue ikut lomba :(. Yah terlalu berharap gue hahaha. Back to the topic, hari ini bisa di bilang hari terspesial buat gue. Selain cap juara 1, yang paling membuat gue bangga adalah gue dapat mengatasi nervous gue di hadapan banyak orang.

Sekali lagi, hari ini merupakan hari yang sangat indah buat gue. Dengan penghargaan yang gue terima sekarang. Gue gak boleh cepat - cepat bangga. Karena gue masih belum memulai apa - apa. Penghargaan ini akan membuat gue untuk terus berkembang dan mengembangkan gue.
Kamis, 13 November 2014 0 comments

Ketika Hampir di Terima Menjadi Anggota STK Revolution

STKRevolutin adalah group yang kocak yang pertama kali gue tau. Awalnya masuk STKRevolution adalah ikut nimbrung. Ikut nimbrung pun juga punya tujuan terselubung. Yah, cari temen aja sebenarnya. Selama ini gue ngaskus kayak tidur sendirian sambil main laptop di rumah yang sepi, sunyi, dan tak berpenghuni kecuali gue sendiri.

Namun semua berubah ketika negara api menyerang. *Halah* . Ketika gue mengenal yang namanya STKRevolution. Banyak orang yang pengen masuk ke group - group yang tenar yang udah terkenal. Tapi gue ngak, emang pada dasarnya juga mau cari temen dan gue baru tau kalau STKRevolution banyak meraih award di kaskus setelah 4 minggu bergabung. Jadi memang aslinya mau cari teman haha.

Awalnya ikut nimbrung di group malah di cuekkin. Beberapa juga ada yang ngasih ucapan selamat datang. Tapi rata - rata masih dingin gitu sama gue. Yah, gue tetap berpikiran positif aja. Mungkin pada baru kenal, jadi belum terlalu dekat. Yah, gue mencoba melakukan PDKT alias pendekatan haha. Setelah 1 minggu berlalu, gue dan member yang lain lama kelamaan semakin dekat. Tukar - tukaran nama. Saling berbetty bettyan. * Ini bukan gue *.

Semenjak gue kenal dengan yang namanya STKRevolution. Setiap hari gue selalu nyempetin untuk buka browser terus close lagi. *Sebelum close nimbrung di STKRevolution dolo :)* . Setelah itu gue dan member yang lain janjian untuk ketemuan di salah satu tempat. *Tapi Boong* . Yah, biasa aja udah kayak teman deket. Saling curhat tentang pekerjaan, masalah rumah tangga, sekolah, dan masalah lain - lain tentang pengetahuan umum. Saling memberi saran dan nasihat tentang masalah yang ada. Saling memberikan semangat. Hal ini lah yang membuat gue nyaman selama di STKRevolution.

KODE JANGKRIK


Selama berminggu - minggu gue menghiasi group dengan melabelkan diri brontosaurus, muncul rasa penasaran tentang cara pandang member yang lain tentang gue. Selain itu gue juga penasaran tentang prospek yang sedang gue pegang sekarang. Prospek mati? redup? sedikit redup? hampir cerah? dikit lagi cerah? cerah? dan ternyata prospek yang gue genggam sekarang adalah prospek cerah. Pasti ada kebanggaan tersendiri dan yang mengatakan hal tersebut adalah para sesepuh dari group tersebut. Wah, bisa di bilang tinggal menunggu waktu aja.

Tapi kembali lagi pada sebenarnya gue hanya mencari teman di dunia perkaskusan. Tidak ada maksud untuk menjadi member dalam group yang sudah terkenal dengan prestasi dan penghargaan yang mereka terima. Gue hanya menganggap cap member yang sebentar lagi gue dapat. *Kepedean*. Gue hanya menganggap itu hanyalah bentuk apreasi dari para sesepuh untuk gue.

Minggu, 09 November 2014 0 comments

Tipe Tipe Murid Saat Pelajaran di Sekolah

Manusia memang unik di ciptakan dengan keberagaman karakter. Begitupun juga dengan murid di sekolah. Coz, murid juga manusia hahaha. Di sekolah pasti kalian memiliki teman yang beranke ragam karakternya. Ada yang jengkel, nyenengin, lucu, dan ...... * isi sendiri * . Ada juga karakter yang suka bikin gurunya jengkel sampai di hajar oleh gurunya sendiri.  Berikut tipe - tipe murid saat di sekolah.


1. Tipe Galau
Ketika pelajaran sedang berlangsung. Tipe ini cenderung diam dan di hiasi dengan mata yang hampir mengeluarkan air. Murid ini ternyata sering di kejar oleh kenangan masa lalu. Ketika dirinya menolak cinta pertamanya karena alasan yang tidak jelas. Membuatnya menyesal di kemudian hari. Hal ini membuat nilainya selalu jelek di kelas. Tak jarang dia menjadi sasaran omelan guru karena nilai - nilainya tersebut.  "Tanpamu Aku Galau" . Itulah kalimat yang sering di lontarkan oleh murid ini. Sungguh ironi di atas ironi.

2. Tipe Rajin
Saat guru memberikan PR atau PS. Dia selalu menjadi orang pertama yang mengumpulkan pekerjaan tersebut. Tak jarang tipe ini sering menjadi sasaran para murid murid yang bertipe malas. Saat dia di kejar, hidupnya terasa tinggal menghitung hari saja. Hidup dia hanya akan terisi dua pilihan. Kabur atau beri. Biasanya murid ini cenderung memberikan hasil pekerjaan ke teman - temannya. Yah, alasannya sih standard. Karena dia bestfriend ku sejak kecil. Karena dia udah baik sama gue. Ntar kalau di tinggalin juga nangis sendiri.

3. Tipe Malas
Nah sudah di ungkit sedikit di tipe rajin. Tipe malas ini selalu mencari mangsa ketika guru memberikan PR atau PS. Mangsanya tidak jauh dari tipe rajin. Dia akan menggunakan teknik - teknik berburu layaknya seekor predator di hutan. Dia akan mengintai, membuntuti, mengetahui kelemahan musuh. Saat musuh lengah sedikit, dia akan langsung menerkam mangsanya tanpa ampun sampai dia mendapat apa yang dia inginkan. Selain itu banyak dari tipe ini yang memberikan janji manisnya kepada tipe rajin. "Kalau kamu kasih jawabannya, gue bakal traktir lo makan 3 hari deh". Halah, duit aja gak punya sok - sok traktir. Biasanya janji manisnya akan hilang sirna di telan gelombang laut yang pasang surut. Sampai - sampai ada lagunya gan, mana janji manismu lalalalala.

4. Tipe Tanya
Banyak tanya adalah 2 kata yang boleh di deskripsikan kepada tipe ini. Dia akan sedikit - sedikit bertanya. Pertanyaannya seperti pasang surut air laut. Kadang berbobot, kadang tidak berbobot, kadang logic, kadang tidak logic.
A : Bu, kenapa dinosaurus2108 ganteng?
B : Itu udah takdir nak
A : kenapa aku gak ganteng?
B : Takdirmu tanggung sendiri nak
A : Kenapa aku jones ?
B : Ibu gak tau nak
A : Kenapa hatiku sakit bu?
B : Kurang tidur kali..
A : Sakitnya tuh di sini di dalam hatiku...
B : Anjrit malah nyanyi lu tong

5. Tipe Tunjuk Jari
Dia akan menjadi orang pertama yang menjawab pertanyaan dari guru tersebut. Tak jarang banyak yang iri dengan anak ini. Meskipun anak ini menjadi yang terdepan dalam menjawab pertanyaan dari guru. Jawaban - jawabannya tidak semuanya benar. Kadang salah, kadang benar. Yah labil dah.
B : Siapakah makhluk termaho di dunia ini
A : Bettyy.......
B : Siapa?
A : Betty.....
B : Hah??
A : Elu nyet...
B : KELUAR LO DARI KELAS NYET!!

6. Tipe musuh - musuhan
A : Kenapa lo gak jawab chat aku kemarin?
C : Aku lupa
A : Kok lupa? Kamu read kok chatnya..
C : Aku udah baca tapi lupa bales...
A : Jangan bohong
C : Aku gak bohong
A : kayaknya hubungan pertemanan kita berakhir sampai di sini aja..
C : haaa?
A : *Nunjukin jari telingking sambil di tiup*
Begitulah percakapan untuk mendeskripsikan tipe ini. Dikit - dikit musuhan. Ntar gak lama kurang dari dua minggu juga udah baikkan lagi.

7. Tipe Provokator
Ketika keadaan kelas sangat berisik. Tidak usah bertanya lagi siapa biang keroknya. Yap, tipe provokator. Dia lah biang keladi di atas udang di belakang batu. Biasanya jika teman ada yang ribut. Tipe provokator akan langsung  mengadu domba mereka. Jika keadaan kelas sepi, tipe provokator lah yang terdepan yang akan membuat kelas menjadi ramai. Dia akan mengalahkan yamaha, tipe provokator lah yang akan selalu menjadi yang terdepan. Namun tipe provokator biasanya termasuk dalam kategori asik. Selain itu juga pacarnya juga lumayan banyak. Ntah kenapa cewe maunya sama yang ini. Padahal masih ada yang lebih baik. Asem pengalaman gue ene. Jadi gini... *Eits melebar* .

8. Tipe Jail
Tipe jail boleh di bilang sahabat karibnya tipe provokator. Biasanya dalam menjalankan aksinya dia selalu berdua. Biasanya ketika teman mau duduk, dia akan menarik bangkunya ke arah belakang dan gubrakkk temannya jatuh. Info : Ketika teman jatuh seperti itu, tulang ekor rawan patah. Hal ini akan mengakibatkan kebutaan. * Ini serius * . Selain itu tipe ini lah yang akan selalu membully teman - temannya yang masuk dalam kategori lemah. Biasanya dia juga jadi jagoan kepagian di pagi hari. Hmm, tak jarang dia selalu di panggil ke kantor guru untuk di nasehati.

9. Tipe Diem
Biasanya tipe ini suka di puji gurunya karena sifatnya yang pendiam. Ketika kelas berisik, guru akan berkata
*KELAS BERISIK*
G : Hehhhhh, Kok BERISIK SIH
*langsung hening dan berisik lagi*
G : WOY kok berisik, contoh tuh si ADI orangnya diem
Murid yang lain : AZEKKK Adi, Cit cit cuit, di puji gurunya. Jarang - jarang nih..
Adi : hehe
Murid yang lain : cit cit cuit cit cit cuit...
G : Anjrit tambah berisik..

10. Tipe lata
Ketika ada kejadian atau sesuatu yang membuat tipe ini kaget. Kelataannya akan kumat. Biasanya karena lupa minum obat. Lata ternyata bisa di sembuhkan dengan obat bernama hidroxyno plasma. Obat ini di temukan oleh ilmuwan norwegia yang mencampurkan lendir dari tumbuhan di campur dengan gas metana. * Boong :ngakak * .
* PRONG PAPAN JATUH *
A : Eh Anjrit tai kebo di makan gajah *
Guru : heh !!!
A : Eh anjrit tai ayam jatuh dari lantai 3
Guru : anrjit lu tong
A : Lagian bikin saya kaget aja ... :ngakak

Sekian tipe - tipe murid saat pelajaran di sekolah. Berdasarkan pengalaman gue sendiri hahaha. Temen ane dulu pada koplak - koplak. Yah dari pada jadi kenangan, ane rangkum aja jadi artikel yang berjudul tipe - tipe murid saat pelajaran di sekolah :)
 
;