
Awalnya gue bukan anak yang termasuk tukang nyontek. Namun ketika melihat orang lain menyontek dengan mudah dan mendapatkan nilai lebih tinggi dari gue yang belajar tanpa menyontek. Rasa iri pun muncul, iri, kesal, dan marah. Harusnya tindakan mencontek ini harus di selesaikan dengan tegas. Namun fakta berlainan dengan realita. Mereka yang selama ini menyontek tidak pernah ketahuan oleh guru. Akhirnya gue terjerumus ke dalam kegiatan contek menyontek tersebut. Awalnya gue bangga yang awalnya dengan belajar sendiri hanya mendapat 80-90 dengan menyontek dapat mendapatkan 95 bahkan 100. Namun cara pandang gue pun tersadar saat guru matematika tiba-tiba datang dan berkata "jangan menyontek mulu ya". Kalimat tersebut di lontarkan secara halus, namun makna yang terkandung dalam kalimat tersebut sangat besar bagi gue. Seketika gue diam dan duduk serta merenungkan apa yang telah gue perbuat selama ini. Gue yang selama ini berpandangan bahwa nilai dapat mengubah segalanya seketika terdiam dan berubah. Gue sadar bahwa nilai bukan segalanya tapi ilmu adalah yang segalanya. Meskipun hanya dapat 85, sekarang gue bangga atas pencapaian yang berasal dari usaha dan kerja keras diri sendiri.
2 comments:
Tapi mau bagaimana lagi mas? Orang naluri remaja -_-
Hahahaha yah yang penting ikutin alur aja alias nyantai aja. Kalau bisa ngapain nyontek wkwkwk
Posting Komentar