Sabtu, 08 November 2014

My First Love

Berawal Dari Sini

Banyak sekali cewe yang gue kenal di dunia ini. Ada yang suka ngopi, suka jalan jalan, ada yang gila, ada yang diem, dan lain-lain. Hari-hari gue di kelilingi oleh cewe-cewe tersebut namun seketika semua berubah. Cewe yang gue temuin ini orangnya berbeda. Diem namun isi otaknya ada. Awalnya, gue biasa aja dengan cewe tersebut. Istilahnya cuman temen aja kok, tapi lama kelamaan berubah menjadi "Temen apa temen". Tepatnya pada saat classmeeting, gue yang anak futsal yang pada saat itu berposisi sebagai kiper. Sebenarnya bisa di bilang ane cuman kiper bulanan alias kipernya sebentar sebentar. Namun, skill dalam menangkis bola gue tidak bisa di ragukan lagi. Mungkin skillnya menurun dari kakak gue. Back to the topic, nah pada saat classmeeting futsal. Gue luka-luka, karena lompatan-lompatan indah gue layaknya seorang kiper saat menangkis tendangan saat penalti di piala dunia. Kaki gue berdarah, dan kebetulan si cewe itu sebut saja si B. Si B yang kebetulan pada saat itu berposisi sebagai panitia yang berhubungan dalam bidang medis. Awalnya sih kembali lagi biasa biasa aja. Saat dia memberikan betadine dia berkata, Andy kamu jago deh kipernya. Seketika gue menatap mukanya sejenak dan memegang betadine tersebut selama beberapa menit. Awalnya pengen gue bales dengan kata-kata yang lain tapi karena pertandingan mau berlangsung, gue cuman ngomong " Oh biasa-biasa aja ". Setelah selesai classmeeting dan kebetulan juara 3, akibat keputusan wasit yang sangat kontroversial. Yap setelah selesai classmeeting, gue pulang ke rumah sambil terus mengenang momen tersebut. Momen saat dia mengatakan kalimat tersebut. Sampai tertidur pun, gue tetep memikirkan momen dan kalimat yang dia ucapkan. Sempat gue ingin berterima kasih atas pujiannya, tapi dalam hati mau ngapain? Temen aja bukan, pacar juga bukan.

Ketika Hampir Menyerah


Setelah sekian lama, timbulnya benih-benih cinta. Pada akhirnya gue terjerumus dan terjungkal ke lubang kegalauan. Tiap hari gue coba memancing topik dan bbm dia. Namun 60 persen selalu FAIL. Namun gue inget terhadap pepatah mengatakan "Tidak ada orang yang berhasil tanpa berusaha". Akhirnya gue terus berusaha sampai  kurang lebih 2 tahun. Hubungan gue sama dia semakin lama semakin dekat. Namun, lama-lama gue berpikir buat apa pacaran sama dia? Gue hanya dekat di bbm namun di dunia real, sama sekali tidak ada kesempatan. Namun kembali lagi, gue inget kata pepatah tersebut dan kembali berjuang. Gue coba terus untuk mendekatinya, sempat gue menyapa dia di dunia real tapi gagal. Gue nyapa dia gak ngeliat gue, sakitnya tuh di sini haha.



Ulang Tahun


Ketika dia ulang tahun, insting kejantanan gue muncul. Malam harinya gue pergi ke salah satu mal terdekat. Yah, pastinya membeli kado ulang tahun untuk dia. Lalu H-1 nya gue ajak dia ketemuan di salah satu lokasi strategis di sekolah. Terhindar dari CCTV hahaha. Namun, karena keasyikkan main bola, gue lupa akan janji gue tersebut. Padahal dia dah bilang "Iya". Azzz sempat menyesal, tapi apa boleh buat. Sudah lewat yah lewatin aja.






Lama Kelamaan

Lama kelamaan gue sadar, gue hanya anak kecil yang sedang di rundung rasa galau. Gue tau, sama sekali tidak ada perasaan yang timbul dari dia ke gue. Gue tau, gue hanya terjebak di dua lubang yakni lubang kegalauan dan lubang friendzone. Wah, gue gak boleh terus menerus terlalu melekat terhadap seseorang. Karena gue tau, semakin gue melekat dengan dia. Semakin timbul kesedihan jika dia perg. Pada akhirnya gue mencoba untuk melupakannya dan hanya menganggap dia sebagai teman biasa. Akhirnya gue melupakannya :(

BAD ENDING:(

0 comments:

Posting Komentar

 
;