Setelah kejadian tersebut, pembina osis menyuruh gue dan Ilham untuk masuk ke dalam bus.
"Ilham minta maaf cepet ke Andy" suruh pembina osis
"Iya bu" jawab Ilham
Ilham akhirnya meminta maaf ke gue. Sebenarnya Ilham ngak salah apa-apa. Permasalahan tadi lebih ke arah rasa cemburu gue terhadap Ilham. Dari pada ketauan tentang masalah yang sebenarnya, Ilham melakukan sandiwara seolah-olah memang Ilham yang salah.
"Ndy maafin gue ya" ucap Ilham ke gue dengan muka melas
"Iya gue maafin" jawab gue
"Nah gitu dong!" ucap pembina osis
Semua anak-anak osis memberikan tatapan aneh dan kaget ke arah gue dan Ilham. Mungkin mereka ngak percaya, gue dan Ilham yang selama ini saat rapat kelihatan deket. Tiba-tiba berantem layaknya kucing dan tikus di luar sana.
Gue kemudian duduk tepat di samping Nico. Ilham duduk di depan di samping pembina osis. Pembina osis sepertinya kembali menanyakan kejadian-kejadian tersebut kepada Ilham. Nico yang merasa kaget akan sikap gue tadi merasa bersalah telah mengatakan hal-hal yang membuat mental gue menurun. Akhirnya dia meminta maaf ke gue.
"Andy sorry ya, maafin gue" ucap Nico
"Gpp, u ngak salah apa-apa kok" jawab gue
"Tenang dah, gue bakal bantuin lo" ucap Nico
"Iya, gue ngak maksa lo kok" jawab gue
Selama ini gue merasa ngebebanin Nico. Gue jadi membuat Nico seperti pembantu gue untuk mendapatkan hati JN. Gue akhirnya meminta maaf kepada Nico.
"Nic maafin gue juga ya" ucap gue
"Kenapa? U salah apa?" tanya Nico
"Gue merasa udah jadiin lo kayak pembantu gue aja" ucap gue
"Ooh gpp kok, namanya juga ngebantu. Gue juga ngak merasa kayak gitu kok" jawab dia dengan nada menasehati
Sepertinya Nico terlihat santai-santai aja. Berbeda dengan raut wajah JN. JN selama di bus mempertontonkan raut wajah yang kurang mengeenakkan untuk di lihat. Sepertinya dia juga merasa kaget karena sikap gue tadi. Sesekali dia juga menoleh ke arah belakang untuk melihat gue. Gue yang saat itu sedang tidak ada niat dan semangat lagi merebut hati JN akhirnnya tidur pulas. Di tambah lagi suhu di bus yang cukup panas dan cuaca yang pada saat itu lumayan cerah. Gue berusaha untuk melupakan tentang JN saat itu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar