Kamis, 20 November 2014

Kisa Cinta #2

Jam berapa sekarang? Gila udah jam 10, lupa mandi sama sarapan. Untung hari ini hari minggu. Mimpi apa yah gue semalem? Serasa gelap gak ada apa-apa. Haiz gue gagal mengatur mimpi. Handphone gue berbunyi, mungkin sms dari JN. Ternyata cuman broadcast iklan. Gue langsung teringat dengan rencana yang kemarin. Ngajak chat lagi dengan dia. Tapi gue bingung mau mulai dari mana.

Akhirnya gue pura-pura bikin broadcast gak jelas dan di kirim ke dia doang. Isi broadcastnya "Guys yang anak futsal angkatan kelas 7 di mohon untuk berkumpul besok di kelas". Gue berharap dengan broadcast tersebut, dia bakal penasaran dengan apa yang akan gue lakukan besok. 30 menit berlalu, dia gak menunjukan respon apa-apa. Mungkin sibuk, yaudah kebetulan temen juga pada ngajakin main futsal.

Selesai main futsal, gue tetep aja berharap mendapat pesan singkat dari dia. Awalnya si pesimis. "Mana mungkin dia kasih pesan singkat". Argh, gue paling cuman di anggap adek kelas doang. Treng!! notif handphone bunyi. YES! kali ini bener pesan dari dia.

JN : Ndy..

Gue : iya??

JN : Lagi sibuk ga?

Gue : Gak, baru selesai main futsal

JN : Ooh main dimana?

Gue : Di tempat itu yang deket situ

JN : Ooh, aku boleh minta bantuan?

Gue : Apa?

JN : Boleh buatin proposal? soalnya komputer di rumah aku lagi rusak

Gue : Oke sep

JN : Gapapa kan? Sorry ngerepotin

Gue : iya gapapa

Gue kira dia pengen ngajak nonton bareng kayak kemarin. Nyatanya cuman di suruh bikin proposal. Kebetulan gue sama dia tergabung dalam satu departemen di osis. "Departemen Pendidikan" . Gue harus bantuan dia karena selain satu kelompok, gue juga ada niat lain. Biar makin deket aja sama dia. Proposalnya gue langsung kebut satu malam.

Besoknya dengan jantung mau copot, gue kasih itu proposal buatan gue ke dia. Dia agak senyum-senyum dikit, ntah kenapa dia tersenyum di hadapan gue. Dalam hati "Senyumanmu Seakan Mengajak Berumah Tangga". Akhirnya semua anggota osis di kumpul dalam satu ruangan. Ada dua orang temen gue yang udah tau kalau gue suka samasi JN. Yah, mereka berdua juga sama sama anggota osis namun satu sama lain saling beda departemen.Sebut saja Tono dan Budi. Sedikit info, sebelum hari H. Semua anggota osis sudah di beri info untuk berkumpul di dalam kelas yang di tentukan

Banyak bangku kosong di belakang, namun gue langsung sigap milih bangku tepat di belakang dia. Seneng rasanya, kesempatan ini gak bakal terulang untuk kedua kalinya. Dua orang temen gue senyum-senyum sendiri di belakang.

Gue : Ssst jangan senyum-senyum!

Tono & Budi : Iye wkwkw

Gue : Jaga rahasia jangan sampe ketahuan!

 Sekedar info dua orang temen gue sama-sama cowo tapi bukan maho.

Setelah semua anggota berkumpul dalam satu kelas. Ketua osis membuka dengan mengucapkan salam dan berterima kasih atas kehadiran kami semua. Langsung pembina osis maju dan berkata : "Hari jumat dan sabtu, kami semua guru sudah sepakat untuk mengadakan LDKS di hari tersebut. LDKS itu kayak program pelatihan osis biar makin profesional kerjanya. YES! LDKS nginep dua hari satu malam di cibubur. Bisa tidur satu ranjang sama dia. *Ngawur*

Setelah pengumuan dari pembina osis tersebut. Gue sempet ngeliat reaksi wajah JN. Reaksi wajahnya gak menunjukan rasa bahagia atau rasa kecewa. Datar-datar aja, mungkin menurut dia biasa aja. Gak merugikan dan gak menguntungkan. Yah bagi gue program LDKS sangat menguntungkan untuk bisa lebih deket sama dia.  Harapannya sih saat malam-malam gue ngajak sms dia lewat hp di sana dan seketika harapan tersebut hancur.

Pembina Osis : Dalam program LDKS kali ini, anggota osis di larang untuk membawa handphone, gadget, dan sejenisnya sepanjang program di jalankan.

Semua anggota osis : Yahh.......

Yah... kayaknya gue paling keras teriaknya. Saking keselnya, plan A yang dah gue susun 1 menit tadi hancur lebur dalam 2 detik. Yah mau gimana lagi, kebetulan departemen gue berisi 3 cowo termasuk gue, ilham sama nico dan 2 cewe yakni befy dan JN. Gue lebih deket sama anggota yang cowo, lebih nyambung karena sama-sama cowo. Sama-sama suka futsal, main game, yah intinya gue dan mereka punya ketertarikan yang sama.

Pembina osis langsung menanyakan program-program yang sudah di rencanakan oleh setiap departemen. Yah, rata-rata belum pada bikin rencana apa-apa. Soalnya komunikasinya masih belum jelas semuanya. JN tiba-tiba menyodorkan sebuah buku rancangan departemen pendidikan tahun lalu. Buletin tepatnya, lumayan oke lah menurut gue. Tapi rada kuno dan terkesan monoton. Gue dah sering liat buletin jenis kayak gitu.

JN : Gimana buletinya bagus ga?

Befi : Bagus kok

Gue : Iya bagus banget.. *terpaksa*

Befi : Gimana tuh cara bikinnya?

JN : Yah begini begitu bla bla bla

Gue gak fokus sama jawaban-jawaban yang dia keluarkan. Gue bengong ngeliatin mukanya selama 5 menitan lebih. Dia juga gak nyadar kalau gue liatin

JN : Lalu proses editing buletinnya akan bla bla bla. Kalian udah ngerti?

Befi: iya hebat banget

Gue nganguk-nganguk doang. Sebenarnya proses pembuatan buletinnya gue bisa semua dan menurut gue terkesan biasa-biasa aja. Befi aja yang  rada katrok. *Emosi*. Kenapa gue emosi? Yah Befi berada di tengah-tengah gue dan dia. Jadi berasa keganggu aja atas kehadirannya.

JN : Salah satu di antara kalian ada yang punya ide atau usul?

Ilham : Harusnya buletinnya di kasih kreasi pose cewek

Gue dan Nico : Wakakakakak!!

JN : Serius ih

Befi : gmana kalau warnanya di buat lebih cerah, warna buletin tahun lalu terkesan tua dan monoton

Gue : Iya aku setuju. *Pake aku biar keliatan imut*

JN : Oke, ntar cece pikirin dulu. Kalau kamu ada ide lain?

Gue : Hah aku?

JN : Iya kamu

Gue : Kalau menurut aku, backgroundnya di ubah warnanya. Lalu temanya adalah go green. Pakai warna hijau cerah kombinasi hijau pekat. Selain itu buletin tersebut terkesan tua dan monoton, jadi font yang di pakai harus di ganti biar gak terkesan tua.

JN : Terus?

Gue : Yah, intinya soal warna dan font aja. Sama topik dan jumlah halaman. Menurut aku itu terlalu sedikit

JN : Oh oke.

Wah, kayaknya dia terpukau dengan jawaban gue. "WAW Aku terpukau...". Mungkin hati dia berkata seperti itu. Setelah percakapan tersebut, dia jadi lebih sering senyum ke gue. Waduh, udah ngasih kode nih. *Geer*.

Pembina osis : Oke, persiapkan barang-barang kalian yah sebelum berangkat.

Seluruh anggota osis : Siap bu....

Setelah itu bel berbunyi pulang. Pembina osis menyuruh semua anggota untuk membersihkan sampah-sampah yang berserakan sama bangku-bangku yang di berantakin sama anak-anak cowo. Tapi ntah kenapa si JN gak keluar-keluar juga dari kelas dan ternyata gue baru tau ternyata dia anak kelas 8B dan ruang yang di pakai buat rapat tadi adalah ruang kelas 8B. Gue baru tau setelah iseng-iseng buka lemari dan ngeliat daftar nama anak kelas tersebut. Udah selesai beresin meja dan bangku. Temen gue cowo tiba-tiba resek. Sebut saja Vincent. Gue dah bergaya mau keluar kelas sambil ngasih tatapan artis tiba-tiba dia nyeruduk gue kayak banteng. Lalu garuk-garukin pantat gue bahasa gaulnya di kobel. Gue di dorong sampai nabrak pintu. Malu banget dah, rasanya pengen tampol tuh anak. Yah karena ada JN, emosi gue jadi terkendali. Gue cuman senyum-senyum doang saat itu. Pulangnya dah gue bbm tuh anak. Duh, gak sabar LDKS nanti !!!

0 comments:

Posting Komentar

 
;