Rabu, 19 November 2014

Kisah Cinta #1


Ekspetasi
Ini merupakan kisah cinta gue selama 2 tahun. Kisah cinta yang di penuhi jalan tanjak dan aspal yang rusak. Berawal dari suatu pujian, bibit cinta timbul dalam hati gue. Pada waktu itu, gue sedang mengikuti classmeeting yang biasa di adakan setiap akhir tahun setelah ulangan umum. Posisi gue waktu itu sebagai kiper. Banyak yang bilang penyelamatan dan tangkisan terhadap bola gue lumayan oke. Padahal awalnya jadi kiper cuman karena kaki lagi sakit. Back to the topic, karena penyelamatan dan tangkisan yang gemilang tersebut banyak orang yang terpukau. Terutama si JN.

JN selalu tersenyum melihat aksi-aksi penyelamatan yang gue lakukan. Hal itu membuat gue agak sedikit gugup. Yah, pada saat itu gue masih belum ada rasa apa-apa ke dia. Jadi bawaanya santai aja meskipun sedikit gugup. Gugup yang gue alami saat itu 98 % di karenkan banyak orang yang menonton. Kalau 2 % yah karena dia. Akibat lompatan-lompatan gemilang tersebut, kaki dan tangan gue penuh dengan luka. Kebetulan dia di tugaskan oleh ketua osis sebagai panitia medis.

Gue : Ada betadine?

JN : Gak ada

Temen 1 : Ada-ada nih

Gue : Oke

Percakapan gue dan JN sempat di potong oleh salah satu teman yang caper ke gue. Di sela-sela gue mengoleskan betadine, dia berkata

JN : Andy, kiper kamu jago banget tadi.

Gue : Hmmm, biasa aja.

Gue sempat terdiam selama 2 detik karena pernyataan tersebut. Kaget aja, jarang ngobrol tapi di puji kayak gitu. Sama teman yang deket gak pernah di puji. Setelah selesai mengobati luka tersebut, gue kembali ke lapangan dengan penuh semangat. Meskipun penuh semangat, team gue akhirnya kalah karena keputusan wasit yang cukup kontroversial. Satu goal yang berhasil di lesatkan oleh team gue di anulir oleh wasit tanpa ada penjelasan yang jelas. Awalnya sempat emosi tapi mau gmana lagi. Mau protes juga gak bakal di gubris.

Akhirnya gue pulang dengan piala juara tiga. Saat di rumah gue selalu terbayang-bayang dengan pujian tersebut. Kok bisa dia ngomong begitu? Begitulah pertanyaan yang sering keluar. Yah, gue coba cari tahu tentang pin BBM atau nomor contact yang lain. Ternyata dia satu group dengan gue di group osis. Jadi tinggal add aja contact dia lewat group tersebut. Selang dua menit, permintaan pertemanan akhirnya di terima.

Gue : Tes

JN : Ya?

Gue : Yah gapapa cuman ngetes contact

JN : Ooh gitu

Bodohnya gue bingung mau ngomong apa lagi selain kata tes. Makanya di tengah-tengah gue ngomong "Yah gapapa cuman ngetes contact". Gue berencana untuk menanyakan tentang pujian tersebut ke dia. Pada akhirnya gue memutuskan untuk tidak menanyakan hal tersebut ke dia dengan alasan takut di bilang Geer. Selang 20 menit, gue mencoba untuk kembali melakukan percakapan kembali ke dia.

Gue : Lagi Apa?

JN : Lagi Nonton

Gue : Nonton apa?

JN : Nonton bla bla bla

Gue : Ooh haha

Kembali terjadi, gue bingung mau ngomong apa selain "Ooh haha". Namun, melalui percakapan yang sangat singkat tersebut. Gue berhasil tau hal apa yang dia sukai. Ternyata dia suka nonton kartun. Gue agak kaget dia ternyata gak nonton sinetron. Padahal waktu itu jam-jamnya sinetron bertebaran tanpa di undang. Lalu gue mencoba menanyakan hal-hal tentang dia kepada teman-teman dekatnya.

Gue : Broo

Andre : Ape?

Gue : Lu tau dia?

Andre : Si itu?

Gue : iya iya...

Andre : Napa mang?

Gue : Lu tau gak dia suka nonton apa?

Andre : Dia mah sukanya doraemon

Gue : Oh ok thx

Informasi kedua yang gue dapat, ternyata dia suka nonton doraemon. Imut juga nih cewek, sukanya nonton yang lucu-lucu. Sama lucunya kayak dia. *Stop Gombal* . Setelah itu, gue kembali berencana untuk memulai kembali percakapan dengan JN. Namun karena udah mau jam 12 malam, gue membatalkan niat tersebut. Gue berencana untuk memulai percakapannya pagi-pagi biar kesannya segar dan enak aja. Berhubung juga besok hari sabtu, jadi makin enak dah chatnya.

Besok paginya gue terbangun dengan perasaan yang indah. Gue bermimpi dengan JN sedang berada di dalam rumah gue. Sedang ketawa-ketawa bareng di ruang tamu. Di dalam mimpi gue, dia sedang memakai baju berwarna pink serta rambut di gerai. Namun mimpinya kayak film berdurasi 4 detik doang. Cuman ada adegan gue dan dia duduk ketawa-ketawa di ruang tamu. Lalu langsung terbangun dengan perasaan geer. Apakah ini tanda jodoh? Begitulah pertanyaan yang keluar. Yah, mana mungkin orang dia 1 tahun lebih tua dari gue. Awalnya gue pesimis, tapi mendengar banyak cerita lelaki yang  mempunyai wanita lebih tua namun hubungannya langgeng sampai akhir hayat memacu motivasi gue untuk mendekati dia. Gue suka sama dia setelah mimpi tersebut.

Mandi, sarapan, kembali bersandaran di kasur sambil megang hp. Mencoba untuk memulai chat, namun agak ragu karena baru kenal kemarin. Itupun cuman sebatas percakapan yang tidak terlalu dalam secara topik.

Gue : Udh bangun?

JN : Udah kenapa?

Gue : Gpp, lg apa?

JN : Lagi mau sarapan

Gue : Ooh

Aduh momennya gak tepat banget ya. Pengen ngajak chat dengan topik yang mendalam malah dia mau makan. Terpaksa batalin chat di pagi hari tersebut. Alasan utamanya takut ngenganggu sarapan dia aja.

Pada siang dan sorenya gue habiskan untuk bermain game DotA. Pada waktu itu, gue maniak DotA. Tiap hari selalu main DotA. Pada malam harinya setelah selesai bermain, gue kembali berencana memulai percakapan. Gue tentukan pada jam 7 malam untuk memulai percakapan tersebut. Kenapa 7 malam? karena jam 7 malam gue anggap waktu yang cukup ideal untuk chat sama seseorang. Apalagi suasananya sepi, biar makin afdol aja.

Jam 7 malam tiba, gue bersiap-siap untuk  melancarkan skenario chat yang udah di susun secara rapi di otak. Banyak orang yang bilang kalau chat sama gue itu bosan. Karena gue gak pandai mengganti-ganti topik secara cepat. Gak tau deh kalau menurut dia bosan atau gak.

Gue : Hai, udah malem nih

JN : Iya nih, kenapa?

Gue : Lg apa?

JN : Nonton

Gue : Nonton apa?

JN : Nonton itu yang lagi di tanyangin di channel ini blablabla

Gue : Oke coba aku buka dulu channelnya

JN : iya

Akhirnya gue dan dia nonton bersama namun terpisah oleh ruang dan waktu. Orang-orang nonton di bioskop sama pasangannya. Gue dan dia nonton kartun beda rumah. Yah gapapa dah tetep aja namanya nonton bareng. Gak ada tuh yang namanya "nonton pisah bareng". Kebetulan itu kartun lumayan menarik, jadi gue tonton sama dia deh. Setiap adegan yang lucu kita selalu perbicangin di chat. Ketika angsanya terbang melewati gedung.

Gue : Itu angsa keren amat yah

JN : Iya hahaha

Gue : Yang bikin aku bingung, ada angsa yang bisa terbang setinggi itu?

JN :  Kamu lucu, itu kan cuman film

Aduh di bilang lucu sama JN. Belum pernah ada teman cewe atau cowo yang ngomong "lucu" ke gue. Kalau cowo sih gue gak terlalu harap-harapin amat. Takutnya dia ternyata kena virus homo. Hati gue saat itu senang banget. Rasanya udah kayak gado-gado. Gue chat sama dia selama empat jam lebih. Lumayan lama lah, gue chat sama cowo aja cuman dua menit selesai. Setelah selesai menonton, dia katanya mau tidur.

JN : Eh udahan dulu ya, aku mau tidur

Gue : Iya tidur aja

JN : Nite :)

Gue : Nite too :)

Waduh, tiba-tiba dia ngomong nite. Lalu pakai simbol smile. Kesimpulan yang gue dapat pada saat itu adalah dia cukup senang gue temenin saat nonton. Gue juga lumayan ngantuk saat itu. Jadi gue memutuskan untuk langsung tidur. Sambil berharap mimpi dengan dia terulang kembali. Gue sempat baca suatu artikel bahwa mimpi bisa di kendalikan. Nah, sejak saat itu gue belajar untuk  mengendalikan mimpi. Gak tau deh besoknya berhasil atau ngakk.

2 comments:

steven hadinata mengatakan...

Wooohhh... #Azek nih! udah punya pacar ya? <--- gue yang KEPO dan JOMBLO

Unknown mengatakan...

Ntar gue kasih tau. Masih part 1 nih. Ikutin aja hehe

Posting Komentar

 
;