
Gue buta akan sahabat yang baik dan yang salah. Gue selalu melihat ke arah yang salah bukan ke arah yang benar. Ntah mengapa gue bertindak demikian. Sahabat yang sebenarnya selalu ada di saat gue susah dan senang, gue hiraukan begitu saja. Di saat dia sedih, gue hanya mengabaikan kesedihannya. Di saat gue sedih, dia selalu menanyakan keadaan gue. Betapa jahatnya diri gue? Di Saat teman yang selama ini gue anggap baik dan cocok untuk karakter seperti gue. Malah menghianati persahabatan ini. Namun bodohnya, gue terus berharap dengan sahabat yang salah tersebut. Pandangan gue tentang sahabat masih salah dari dulu. Sahabat yang baik tidak akan pernah menjatuhkan sahabatnya sendiri. Namun, gue yang tanpa sadar terus saja di jatuhkan oleh sahabat yang gue anggap baik ini. Sahabat yang baik gue tinggalkan begitu saja? Sebenarnya apa yang salah dengan cara pandang gue. Kenapa cara pandang gue tentang hidup ini selalu salah? Apakah itu menunjukan ketidak dewasaan gue? Sahabat yang salah tidak pernah menunjukan rasa bangganya terhadap suatu prestasinya temannya. Dia selalu mencibir temannya. Namun gue selalu mengikutinya. Padahal banyak sekali sahabat yang jauh lebih baik darinya. Setelah sekian lama, gue tertindas oleh sahabat yang salah tersebut. Akhirnya gue sadar. Mata gue terbuka layaknya baru di siram air dingin. Namun inilah hidup gue tidak bisa meninggalkan begitu saja orang tersebut. Gue sudah terlalu meanggap dia adalah pilihan yang terbaik. Ntah kapan hal ini akan terus berlangsung dalam kehidupan gue. Karena ada sesuatu lah gue terus berteman dengan dia. Gue gak bisa menghilangkan kata "sesuatu tersebut begitu saja. Karena ini sangat rumit. Orang lain akan mengatakan hal itu bukan hal yang murid. Mereka semua salah. Mereka salah karena mereka tidak merasakannya langsung. Orang lain selalu berkata gampang, gampang, dan gampang dengan mudah. Pada akhirnya gue di jauhi oleh orang orang tersebut karena gue sudah di anggap barang rongsokan yang sudah tidak berfungsi lagi. Namun muncul 1 orang anak. Gayanya tidak terlalu keren dengan sahabat sahabat yang gue kenal sebelumnya. Dia selalu memberikan senyum yang tidak pernah di berikan oleh sahabat sahabat gue yang dulu. Akhirnya pada saat itu gue tersadar dan bisa lebih memilih mana sahabat yang baik dan yang salah.
0 comments:
Posting Komentar